Mon 21 Jan 2019

Di Go-Car Siantar Banyak Akun Bodong?

Siantar, hetanews.com - Kehadiran Go-Car sebagai alternatif transportasi begitu memberikan dampak bagi warga Siantar, bahkan dapat dikatakan mengurangi laju pengangguran.

Karena banyak yang akhirnya berani mengkredit mobil untuk menjadi driver transportasi online tersebut.

Untuk saat ini, diperkirakan driver Go-Car di Kota Siantar sudah melebihi dari angka 1500 an orang. Bukankah angka itu begitu fenomenal mengingat kota Siantar hanya berpenduduk sekitar 200 ribu jiwa. Fenomena ini tentu menyimpan ragam pertanyaan, benarkah jumlah unit kendaraan yang beroperasi sebanyak itu atau ada permainan lain dibalik ini semuanya.

Menilik penelusuran dari hertanews.com, Selasa (20/2), diketahui, seorang oknum karyawan Go-Jek, berinisal A alias Gondrong, mengambil‎ keuntungan dari kesempatan tersebut. Dengan cara mengaktifkan kembali status para driver yang sudah mendapatkan sanski Putus Mitra (PM). Namun dengan syarat, driver tersebut bersedia membayar sesuai dengan keinginannya, yakni uang cash sebesar Rp 1,5 juta.

Untuk mengurus akun driver yang sudah mendapatkan PM, dia membeberkan caranya dengan tidak memenggal nama dari driver tersebut. Misalnya, nama akun driver Andre Alfansyah, dirubah menjadi Andre. Akan tetapi driver tersebut harus menggunakan buku tabungan yang berbeda dari sebelumnya.

Gondrong mengaku dirinya adalah salah satu karyawan PT Go-Jek Cabang Siantar yang memiliki kewenangan penuh untuk memberikan sanksi kepada driver. Apalagi bila driver tersebut 'bermain' kepada‎ karyawan lain dalam pengurusan akun driver.

Bukan hanya itu, banyak juga akun akun yang beredar tanpa menggunakan unit mobil, melainkan hanya menggunakan handphone (HP) saja. Tentu saja hal ini merugikan driver Go-Car yang benar benar ingin mencari nafkah, karena kawasan tempat dia nongkrong telah dikuasai oleh mereka yang membiakan aku bodong.

Hal ini diakui oleh salah seorang mantan driver Go-Car yang akhirnya berhenti dikarenakan adanya permainan kotor dengan membuat akun siluman. Pria berkacamata ini mengungkapkan, telah terjadi penipuan identitas. "Banyak tuh identitas palsu di Go-Car Siantar. Mereka sanggup bayar agar akunnya diaktifkan," ungkapnya.

Apakah tidak melanggar hukum apabila akun akun bodong berkeliaran di Go-Car Siantar. Hal ini sangat perlu ditelusuri agar para driver yang benar benar ingin mencari nafkah dapat berjalan dengan baik, sedangkan akun akun bodong tersebut harus ditindas karena telah merusak alur perekonomian dan juga ada bentuk penipuan.

Pria tersebut menginginkan aparat hukum untuk menyelidiki akun bodong tersebut, karrna sudah termasuk pada penipuan identitas untuk meraup keuntungan. "Mungkin dengan mulai memanggil Gondrong fenomena akun bodong dapat terungkap dan transportasi online tidak lagi menjadi ranah penipuan," tegasnya.

Penulis: tim. Editor: aan.