Siantar, hetanews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Siantar, mengeksekusi terpidana kasus pencabulan, Jasmen Saragih untuk diinapkan ke balik jeruji besi.

Ekskusi dilakukan, menindaklanjuti putusan kasasi atas perkara itu yang sebelumnya telah divonis bebas, di Pengadilan Negeri (PN) Siantar, pada 2017 silam.

Kepada hetanews, Kepala Seksi Intelijen, Hary Palar mengatakan, Mahkamah Agung melalui putusan nomor 1736 K/Pid.Sus/2017, tanggal 27 Nopember 2017, menyatakan Jasmen Saragih, terbukti bersalah melakukan tindak pidana pencabulan.

Tindak pidana dimaksud sebagaimana dalam Pasal 81 ayat (2) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak jo Pasal 64 ayat (1) KUHPidana.

Lanjut Hary, bahwa MA melalui hakim ketua, Artidjo Alkostar, membatalkan putusan Pengadilan Negeri Siantar nomor 242/Pid.Sus/2016/PN.Pms, yang isinya memvonis bebas, warga Jalan Bahtongguran Kiri, Kelurahan Sigulang - gulang, Kecamatan Siantar Utara, pada 7 Maret 2017, lalu.

"Dalam putusan ini yang bersangkutan dipidana penjara selama 6 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta, apabila tidak dibayar maka diganti dengan pidana kurungan 3 bulan,"ujarnya.

Eksekusi terhadap Jasmen, berlangsung di PN Siantar, sore tadi. Upaya eksekusi sempat mengundang perhatian pengunjung sidang yang hadir.

Sejurus kemudian, tim eksekutor yang dipimpin Hary Palar, memboyong Jasmen untuk diinapkan di Lapas Klas IIA Pematangsiantar, setelah bernegosiasi di depan ruang sidang.

"Tidak ada perlawanan. Setelah kami tunjukkan petikan putusan yang dikeluarkan MA, yang bersangkutan bersedia untuk dibawa dan sudah kami serahkan ke lapas,"bebernya.