HETANEWS

Kapolres Siantar Kumpulkan Semua Tokoh Agama, Ini yang Dibahas

Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan ketika menyampaikan kata sambutan. (foto/res)

Siantar, hetanews.com – Dalam rangka Forum Grup Discussion (FGD) Satgas Nusantara tahun 2018, Polres Siantar mengadakan silaturahmi kepada seluruh tokoh agama, di Aula Widya Satya Brata Polres Siantar, Senin (19/2/2018) siang. 

Acara itu langsung dikordinir Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan dan dihadiri Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), H Muhammad Ali Lubis, beserta tokoh agama lainnya dan juga para Bhabinkamtibmas.  

Pada kesempatan itu, Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan, menyampaikan terima kasih atas kehadiran seluruh tokoh agama di kota itu.

"Dimana agar seluruh umat beragama yang berada di kota Siantar ini saling menjaga toleransi. Karena kota Siantar, merupakan kota yang sangat bertoleransi tinggi umat beragamanya. Selain itu, media sosial yang sangat tren ini juga bisa menimbulkan provokasi, sehingga stabilitas keamanan menjadi tidak stabil,"kata Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan. 

Menurut Doddy, konflik SARA terjadi berawal dari komen Facebook (FB), SMS, berita dan omongan dan dengan tidak adanya security act di Indonesia, hal ini bisa menimbulkan perpecahan.

"Untuk itu, perlu adanya penyamanan persepsi dan kordinasi untuk menghindari hal - hal yang tidak diinginkan,"tutup Doddy Hermawan. 

Kapolres Siantar, AKBP Doddy Hermawan, ketika foto bersama para tokoh agama se - kota Siantar. (foto/res)

Bahkan dalam acara ini juga, beberapa tokoh agama, diantaranya Ketua MUI, H Muhammad Ali Lubis mengatakan, terimakasih dikarenakan telah menghimpun para pemuka agama di kota Siantar, dalam rangka mempererat silaturahmi. 

"Dengan seringnya kita bertemu, maka kita akan semakin erat. Jangan membahas agama yang lain jika tidak memahami agama tersebut. Harus saling memahami antar umat beragama dan tidak melakukan pemaksaan antara kelompok lain,"ucap Ketua MUI. 

Hal senada juga disampaikan tokoh agama Kristen Protestan, Pdt Mampe Hutabarat, bahwa sesama umat beragama harus tetap menjaga kerukunan. 

"Dan apabila ada gangguan keamanan, haruslah kita melapor kepada pihak kepolisian dan tidak main hakim sendiri. Memberikan masukan kepada Kapolres maupun jajarannya tentang situasi Kamtibmas yang berkembang,"tutur Pdt Mampe Hutabarat. 

Tak luput, Surjit Singh, tokoh agama Hindu mengatakan, agar menjunjung persatuan dan kesatuan walaupun berbeda agama. "Anggaplah perbedaan adalah keindahan, dan bangsa yang membeda-bedakan agama akan hancur dengan perbedaan tersebut,"pungkas Surjit.

Penulis: res. Editor: gun.

Ikuti Heta News di Facebook, Twitter, Instagram, YouTube, dan Google News untuk selalu mendapatkan info terbaru.