Sat 23 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

Pengembang Roti Ganda Siantar Diduga Pakai Tuak

Roti Ganda yang diduga oleh Ketua MUI menggunakan nira atau tuak untuk pengembang. (foto medanbisnis.com)

Siantar, hetanews.com-

Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kota Siantar menyerukan agar umat Muslim untuk tidak membeli Roti Ganda, yang dalam proses pembuatannya diduga kuat menggunakan bahan-bahan yang diharamkan  agama.

Seruan itu dilontarkan Ketua Dewan Fatwa MUI Kota Siantar, H Hasan Basri Siregar, Senin (14/7), karena pengusaha Roti Ganda menggunakan nira atau tuak untuk pengembang Roti Ganda. "Sampai saat ini kehalalan prooduk ganda sangat disangsikan, mulai dari proses produksi, bahan dan peralatan untuk membuat ganda kita sangsikan kehalalannya. Pengembangnya memakai air nira atau tuak," katanya.

Karena itu warga Muslim  harus cerdas dalam memilih produk makanan, apalagi yang disangsikan kehalalannya. "Tidak usah beli produk ganda," tegasnya.

Dilanjutkannya, sampai saat ini belum ada niat pengusaha Roti Ganda untuk mengurus sertifikat halal.  "Selagi undang-undang tentang kewajiban mencantumkan setifikasi halal belum terbit, tidak ada kewajiban pengusaha untuk membuat label halal," katanya.

Sikap pengusaha yang enggan mengurus serifikat halal itu, kata Hasan Basri,  sangat tidak cerdas, apalagi mayoritas pembeli atau yang mengkonsumsi roti ganda adalah umat Muslim.

Dia juga meyayangkan Pemko Siantar yang enggan mengambil tindakan ataupun mendorong  agar setiap pengusaha makanan mencantumkan sertifikasi hala pada produknya.

"Ini kebodohan dari Pemko. Kenapa saya bilang kebodohan? Karena kalau semua produk di Siantar sudah memiliki sertifikasi halal, maka bisa dinikmati semua golongan  masyarakat.  Tetapi karena tak memiliki sertifikat halal, sekarang ini kalau Roti Ganda dibawa ke Medan, orang sudah tidak mau memakannya. Apa tidak ada produk lain yang bisa dibawa? Begitu kata orang," tambah Hasan Basri.

Senada dikatakan Ketua MUI Siantar, HM Ali Lubis. Menurutnya, terkait belum adanya label halal pada produk Ganda itu, MUI Siantar sudah menyurati MUI Sumut. Tetapi sampai saat ini belum ada, dengan belum adanya label halal pada produk Ganda itu, HM Ali Lubis meminta masyrakat yang ragu terhadap kehalalan Roti Ganda itu supaya tidak membelinya.

"Kalau memang tidak tau ada nazis boleh dikerjakan, tapi kalau ragu-ragu maka harus ditinggalkan atau jangan dibeli," ujarnya.

Ketika hendak dikonfirmasi, pengusaha maupun Humas Roti Ganda tidak berada di tempat. "Sedang di Jakarta (pengusaha). Humas juga tak ada," kata Lily, salah satu pekerja di tempat itu.

Ketika ditanya terkait produk Ganda yang menggunakan bahan- bahan yang tak halal, Lily membantahnya. "Mana mungkin, pekerjanya kebanyakan Islam," katanya. Ketika ditanyai kenapa perusahaan itu tak mau ditinjau oleh MUI Sumut, Lily enggan berkomentar.

Sedangkan menurut Humas dari Roti Ganda, Ondo Siahaan yang dihubungi, Senin malam (14/7), mengungkapkan bahwa dugaan itu tidak berasalan dan tidak benar kalau menggunakan nira atau tuak untuk pengembang rotinya.

"Sekarang (Senin malam ini, 14/7) di roti ganda ada MUI dari Provinis Sumut yang datang untuk memeriksa kebenarannya. Kami juga meminta kepada MUI agar membawa roti ganda ke labarotarium untuk diperiksa. Mengapa harus roti Ganda, apakah roti-roti yang lain telah diperiksa oleh MUI Siantar juga," tegasnya.

Dia mengakui bahwa hingga dengan sekarang ini, label Halal masih dalam pengurusan. "Label halal lagi dalam pengurusan, karena itu ada tim dari MUI Provinsi yang datang malam ini ke roti Ganda," ungkapnya.

Penulis: sofyan. Editor: ebp.
Komentar 8
  • Ando Sipayung
    Makanan dan minuman tidak membuat nazis seseorang, sebab apa yg masuk dr mulut akan keluar dr anus dan dibuang di jamban. Tetapi yg membuat seseorang nazis adalh apa yg keluar dr hatinya, dr hati yg jahat keluar segala kejahatan.

    Mengapa anda mau menghakimi sesamamu? Siapakah yg mengangkat engkau menjadi hakim atas orang2 ini?

    Cerdaslah terhadap hukum2 yg dibuat. Apakah hukum itu dr Allah atau manusia? Janganlah membuat ukuran sendiri utk sesamamu..
  • Samuel Napitupulu
    Alasan utama: Ganda belum ngasih amplop ke MUI Siantar
    Iya gak bang regar? :D
  • Dika Aritonang
    GANDA macam super power di Siantar. Parkirannya aja makan trotoar. itu donk disoroti karna menyangkut sarana publik....
  • Pandapotan Sianturi
    pekerjanya, dari pembuat, pengadon sampai terciptanya roti tersebut mayoritas beragama islam...
    Dan apakah diwajibkan semua produk makanan harus berlabel halal ???
    Dan berapa biaya pengurusan label halal ??
    Kepada wartawan anda juga harus tanya kepada MUI soal pengurusan label halal bagaimana dan berapa biayanya ????
    Makasih..
  • Romeo Signal
    jalan tengahnya tolong bang MUI diam2 masukkan pegawainya 1 atau 2 orng bekerja dipabrik ganda. itu lebih afdol dr pd harus ambil sampel. buktika lalau bang MUI benar. dan buktikan kalau bang Ganda juga benar. yang kasihan kami.. rakyat!
  • Antha Maulana Dika
    pengakuan mamakku dulu yang kerja disitu smw bahannnya aman,,yg kerja racik di dalam orang jawa semua,dan rata-rata muslim..
  • Evan Blaise Okuli Bancin
    Dapat data dari mana kalo yang mengkonsumsi roti ganda mayoritas umat muslim?? masalah halal ato tidak nya itu bukan berdasarkan sertifikat halal tetapi dari dari sendiri, seandainya roti ganda memang menggunakan nira atau tuak biarlah individu tersebut yang menilai nya. Karna apa yang haram dan halal selaku umat muslim sudah memgetahuinya dari ajaran dan pengetahuan agama yang di anutnya..
  • Libreks Sinaga
    macam mana la pulak, terkenal kali roti ganda ini. banyak la yg sirik. cari kejelekan...