Medan, hetanews.com - Seorang terpidana kasus korupsi pengadaan tanah di Kementerian Pekerjaan Umum (Kemenpu) Tahun Anggaran (TA) 2004, Madison Silitonga ditangkap tim Intelijen Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu).

Ia ditangkap di rumahnya di Jalan Sei Blumai, Kelurahan Babura, Medan Baru pada Jumat (16/2/2018) malam.                               

"Yang bersangkutan dihukum 3 tahun penjara dan denda Rp50 juta dalam kasus itu. Hukuman ini sudah inkraht pada tahun 2006 berdasarkan putusan MA No. 441/K.Pid/2006/MA tgl 10 Agustus 2006 dan putusan PK Nomor 61.PK/Pid.Sus/2008 tgl 16 September 2008," kata Asisten Intelijen Kejatisu, Idianto, Sabtu (17/2/2018).

Ia mengatakan, selama proses persidangan mantan pimpinan bagian proyek pengendalian banjir dan pengamanan pantai Medan dan sekitarnya pada Kemenpu RI tahun 2004 itu berstatus tahanan. Namun usai putusan pengadilan, ia melakukan banding hingga kasasi ke Mahkamah Agung (MA).

"Karena prosesnya lama, jadi masa penahanannya habis saat sehingga yang bersangkutan bebas demi hukum. Usai putusannya inkrah hingga MA pada 2008 lalu, kita melacak terpidana ini dan pada malam ditangkap," ujarnya.

Madison dinyatakan bersalah karena menyetujui pembayaran ganti rugi tanah dan bangunan tanpa mengindahkan hasil inventarisasi yang dibuat panitia pengadaan tanah di Kabupaten Deliserdang. Perbuatannya bertentangan dengan Keppres Nomor 55 Tahun 1993.

"Ia bertindak selaku Pimbagpro pengendalian banjir dan pengamanan pantai Medan dan sekitarnya pada Kementerian Pekerjaan Umum RI tahun 2004 dan akibat perbuatannya merugikan kerugian negara sebesar Rp 5 miliar," ungkapnya.

Saat ditangkap Madison berusaha kabur. Ia sempat bersembunyi di atap rumah saat mengetahui kedatangan tim intelijen Kejati Sumut.

"Ia mengalami luka pada bagian tangan sebelah kanan, namun berhasil ditangkap anggota tim yang sudah berjaga," jelasnya.

Madison lalu dibawa ke Kejatisu untuk pemeriksaan administrasi dan serah terima dengan pihak kejari Deliserdang.

"Pada Sabtu dinihari Madison langsung dijebloskan ke Lapas Lubukpakam menjalani masa hukumannya," ujar Idianto.