HETANEWS

Isreal Menyerang Palestina, Tandakan Mereka Bangsa Egois

Serangan Isreael ke jalur Gaza membuat masyarakat Sipil harus kehilangan nyawa dan tempat tinggal. (foto tribunnews.com)

Siantar, hetanews.com-

Entah perasaan apa yang bisa menggambarkan perasaan saudara-saudara kita yang di Palestina, dimana terhitung sejak tanggal 8 Juli 2014, Israel memborbardir Gaza dengan berbagai serang, baik roket, pesawat udara, dan berita terkini, pasaukan darat Israel pun telah mengepung.

Tindakan yang real, oleh bangsa-bangsa lain untuk menyelamatkan Palestina belum juga tampak. PBB selaku organisasi dunia, yang menaungi negara-negara dunia hanya bisa mengecam, menghimbau, dan menyerukan genjatan senjata, tapi aksi yang real tak ada. Hingga kini sudah seratusan nyawa yang hilang, dan ratusan lainnya luka-luka, dan korban yang berjatuhan sebahagian besar adalah anak-anak dan kaum perempuan yang notabene adalah warga sipil.

Sangat disayangkan, di zaman kemerdekaan untuk bangsa-bangsa, masih senjata yang harus berbicara untuk suatu masalah. Manusia didunia masih pengecut, tak berani mengotori tangannnya, lalu digunakannya senjata, bom, dan nuklir. Betapa naifnya bangsa yang merasa dirinya hebat membombardir negara yang lemah.

Salah seorang pemuda Katolik, Agus Berlin M Butar-Butar, yang pernah menjabat sebagai ketua pemuda Katolik Siantar-Simalungun era tahun 2008-2010, ketika di wawancarai hetanews.com, Senin (14/7), di Pasar Horas, menilai Israel sangat egois dan munafik.

"Israel tampaknya tak akan berhenti, hingga ada perlawanan yang serius. Kalau hanya peringatan tak akan menghentikan mereka. Kita dah lihat melalui media-media nasional maupun internasional, kecaman dari berbagai pihak dan negara, bahkan Vatikan selaku pusat agama katolik sudah menyerukan penghentian serangan, PBB juga, tak digubris juga,” ungkapnya.

Lanjutnya, Negara-negara berpengaruh seperti Amerika dan negara-negara Eropa perlu melakukan peringatan serius pada Israell. “Kita lihat betapa egoisnya Israel. Mereka seakan tak menggubris kecaman dari negara-negara dunia, seakan mereka tak takut diboikot negara-negara dunia. Harus ada peringatan yang nyata, bukan hanya seruan,” tegasnya.

Israel bisa dikatakan munafik, kalau dilihat dari segi agama, yang mana mereka seakan mau buat agama mereka sendiri. Mereka bukan Kristen, bukan Muslim, tapi beberapa ajaran dan sejarah mereka mengakui beberapa nabi yang tercantum di kitab suci Islam dan Kristen, ataupun Katolik.

“Mereka egois dan seakan mereka buat kepercayaan mereka sendiri. Sikap egois dan munafik itulah yang dipraktekkan mereka dalam konflik ini. Bahkan saat mereka sudah tahu korban yang berjatuhan adalah sipil, yang kebanyakan anak anak dan perempuan,  mereka seolah tak perduli," ujar Agus.

Apa pun ceritanya perang itu harus dihentikan, imbuhnya, walaupun seandainya Israel tak mau berhenti, negara-negara berpengaruh harus bertindak, karena kemanusiaan harus jadi yang utama, karena ini bukan masalah agama, tapi kemanusiaan.

Penulis: akim. Editor: ebp.