Fri 17 Aug 2018

Pembunuh Mahasiswi di Labura Ditangkap, Ini Modusnya

Kapolres Labuhanbatu, AKBP Frido Situmorang didampingi Kasat Reskrim Polres Labuhanbatu, AKP Teuku Fatir saat menggelar press release. (foto/fendi)

Labuhanbatu, hetanews.com - Pelaku pembunuhan mahasiswi, Sisa Lestari (19), warga Dusun V Desa Mekar Marjanji, Kecamatan Aek Songsongan,  Kabupaten Asahan, di Kabupaten Labuhanbatu Utara (Labura), terungkap sudah.

Pelaku bernama Aryawan alias Wawan (24), yang akhirnya menyerahkan diri ke Mapolres Tapanuli Selatan (Tapsel), Senin (12/2/2018) lalu.

Peristiwa pembunuhan yang terjadi Kamis (8/2/2018) lalu, di areal perkebunan Afdeling IV, Desa Londut, Kecamatan Kualuh Hulu, Kabupaten Labura itu, dilatar belakangi karena rupiah dan kisah cinta antara korban dengan tersangka yang sudah memiliki seorang istri dan anak yang tinggal di Tapsel.

Kepada wartawan saat diwawancarai, di Mapolres Labuhanbatu, Rabu (14/2/2018), sebelum press release,  tersangka mengaku kalau dirinya dan korban sudah berpacaran 1 bulan lamanya.

Namun korban tidak mengetahui kalau tersangka sudah memiliki anak dan istri. Karena saat berkenalan, tersangka mengaku dirinya lajang.

Baca Juga : Diduga Dibunuh dan Diperkosa, Mahasiswi Labura Tewas Mengenaskan di Kebun Sawit

“Kami sudah sebulan berpacaran. Awal perkenalan kami di Simpang Tugu, di Londut. Dia tidak tau saya sudah berkeluarga, karena saya mengaku lajang,” katanya.

Selama sebulan berpacaran, tersangka mengaku sudah bersetubuh dengan korban sebanyak 2 kali dan yang keduanya mereka lakukan di Tempat Kejadian Perkara (TKP) pembunuhan itu.

Malam kejadian itu, sekira pukul 19.00 WIB, dia dan korban bertemu di lokasi tempat mereka biasa menjalin kasih.

Menurut tersangka, pada pertemuan itu, ia berterus terang tentang statusnya yang sudah berkeluarga kepada korban. Mendengar pengakuannya, korban sontak histeris. Namun ia masih bisa menenangkannya.

“Mendengar pengakuan saya, dia berteriak. Dan mengaku kalau dia sebenarnya sudah lama curiga, bahwa saya sudah berkeluarga,” terangnya.

Setelah itu, pelaku meminta uang kepada korban sebesar Rp 700 ribu. Tetapi permintaan itu ditolak karena korban mengaku tidak punya uang sebanyak itu.

Karena tidak dapat uang kontan, tersangka meminta sepeda motor korban untuk digadaikan dan akan ditebus dalam waktu satu bulan. Namun permintaan itu ditolak dengan keras oleh korban, seraya mengancam akan menjerit agar didengar orang.

"Saya panik, langsung saya cekik dia (korban-red). Setelah itu, saya pukul kepalanya pakai kayu, dan saya melarikan diri," ungkap pelaku.

 

Penulis: fendi. Editor: gun.