Vonis 6 Tahun untuk Piliang Ketiga Kalinya

Terdakwa Charles Piliang saat meninggalkan ruang sidang. (foto/BT)

Siantar, hetanews.com - Hakim memvonis Charles Piliang (38), warga Jalan Mataram II, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, selama 6 tahun bui. Putusan ini sesuai tuntutan jaksa penuntut umum.

"Menjatuhkan pidana penjara selama 6 tahun terhadap terdakwa Chales Piliang, dikurangkan selama terdakwa berada dalam masa tahanan,"kata hakim ketua, Lodewyk I Simanjuntak, Rabu (14/2/2018).

Adapun hal - hal yang memberatkan, terdakwa sudah pernah dihukum kasus narkoba dan tidak membantu program pemerintah, memberantas narkotika.

Charles, diketahui merupakan residivis kasus narkoba. Menurut data, terdakwa merupakan residivis kasus narkoba, pada tahun 2013 dan 2014 dengan hukuman masing - masing 1 tahun penjara.

Dalam amar putusan, hakim menyatakan perbuatan terdakwa terbukti secara sah dan bersalah meyakinkan melanggar pasal 112 ayat 1 Undang-undang Nomor 35 tahun 2009 tentang Narkotika.

"Denda sebesar  Rp1 miliar subsider 6 bulan penjara,"tambah hakim, Lodewyk didampingi dua rekannya.

Untuk diketahui, untuk yang ketiga kalinya, Charles ditangkap polisi, berikut barang bukti 1 paket sabu seberat 0,64 gram.

"CS berupaya kabur dari kejaran anggota, namun aksi tersebut kami gagalkan dan kami temukan 1 paket sabu dari kantong celana," ungkap Kasat Narkoba, AKP Mulyadi kepada hetanews,com kala itu.

Petugas menangkapnya, di Jalan Ade Irma Suryani, Gang Sipirok, Kelurahan Martoba, Kecamatan Siantar Utara, Sabtu (19/8/2017) lalu, sekira pukul 18.00 WIB. 

Penangkapan bermula dari laporan masyarakat yang diterima jajaran Sat Narkoba, adanya transaksi narkoba. Saat akan ditangkap, Charles berupaya kabur sehingga petugas mengejarnya dan meniarapkannya di lokasi kejadian.

Aksi petugas yang sigap meringkus pengedar itu pun menarik perhatian sejumlah pengendara maupun masyarakat sekitar yang berbondong-bondong menyambangi lokasi penangkapan.

Mulyadi berujar, pria yang memiliki rajah atau tato di lengan kirinya tersebut, merupakan warga Jalan Mataram II, Kelurahan Melayu, Kecamatan Siantar Utara. Saat ini masih dilakukan pemeriksaan.

"Pengakuannya sabu dibeli seharga Rp 600 ribu. Pelaku kita periksa dulu untuk pengembangan kasusnya," ungkap mantan Kasat Narkoba Polres Tapanuli Selatan  (Tapsel).

Penulis: BT. Editor: gun.