Fri 16 Nov 2018
CITIZEN JOURNALISM

Gubsu Berharap Pemerintah Pusat Angkat Guru Honor Jadi ASN

Gubsu, Tengku Erry saat menerima ulos dari Koordinator Guru Honorer K2 (FHK21) Sumatera Utara, pada Selasa, 13 Februari 2018, lalu. (foto/ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, berharap guru - guru honorer, mendapat perhatian dari pemerintah pusat, terutama yang sudah lama mengabdi.

"Kita berharap guru - guru honorer tersebut diangkat menjadi pegawai Aparatur Sipil Negara (ASN)," kata Erry saat menerima audiensi Koordinator Guru Honorer K2 (FHK21) Sumatera Utara, pada Selasa, 13 Februari 2018, lalu.

Erry mengatakan, sejauh ini Pemprovsu sudah memberi perhatian kepada guru - guru honorer meski sebatas BPJS Kesehatan dan peningkatan kesejahteraan honorer melalui penambahan gaji  dari APBD Sumut.

Kendati demikian, Gubsu juga berharap kebijakan pemerintah pusat yang mengangkat tenaga honorer kesehatan menjadi ASN juga bisa dilakukan kepada guru - guru honorer. Terutama guru yang sudah puluhan tahun mengabdi, katanya.

"Pengangkatan guru - guru honorer khususnya sudah mengabdi belasan tahun bisa menjadi apresiasi kepada para pahlawan tanpa jasa tersebut. Mereka sudah mendidik generasi bangsa," ujarnya.

Ketua FHK21 Sumut, Andi Surbakti menyatakan, tujuan mereka beraudiensi kepada Gubsu selain mengundang pada acara silaturahmi akbar Guru Honorer se - Sumatera Utara yang akan dihadiri 2.000 perwakilan guru honorer dan rencananya akan dilaksanakan, pada tanggal 17 Februari 2018, di Kabupaten Mandailing Natal.

Selain itu, kedatangan mereka menyongsong kebijakan pemerintah pusat bersama DPR RI dalam menyelesaikan guru honorer menjadi ASN juga sesuai dengan revisi Undang-Undang No 5 tahun 2014 tentang ASN .

"Kita berharap agar pemerintah pusat dapat memperhatikan nasib guru honorer dan mengangkat menjadi ASN sama seperti tenaga kesehatan (honorer K2),"ungkapnya.

Dia kemudian mengucapkan terima kasih mewakili para guru honorer atas perhatian Gubsu dengan menambah gaji sebagi peningkatan kesejahteraan melalui APBD Sumut juga pemberian BPJS Kesehatan.

Menurutnya, pengabdian guru honorer tidak jauh berbeda dengan para tenaga kesehatan, baik yang bertugas di kota, terlebih didaerah pedesaan.

"Mereka yang di pedesaan hingga didaerah terpencil banyak yang mendapat honor minim tapi mereka ikhlas menjalankan tugas sebagai mencerdaskan generasi bangsa,"pungkasnya.

Penulis: ardiansyah. Editor: gun.