Sun 20 May 2018

ERAMAS dan DJOSS Sepakat Tolak Politik Uang dan Politisasi SARA

Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah (ERAMAS) dan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS), sepakat untuk tidak melakukan politik uang dan politisasi SARA, di Pilgubsu 2018. (foto/ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Pasangan calon Gubernur dan Wakil Gubernur Sumut, Edy Rahmayadi - Musa Rajekshah (ERAMAS) dan Djarot Syaiful Hidayat-Sihar Sitorus (DJOSS), sepakat untuk tidak melakukan politik uang dan politisasi SARA, di Pilgubsu 2018.

Hal ini dikatakan kedua pasangan calon dalam deklarasi tolak dan lawan politik uang dan politisasi SARA untuk Pilgubsu 2018 yang digelar Bawaslu Sumut, di Lapangan Istana Maimun, Medan, Rabu (14/2/2018).

"Kami berkomitmen untuk tidak melakukan politik uang dan politisasi SARA di Pilgubsu 2018," kata mereka.

Acara ini dihadiri Kapolda Sumut, Irjen Pol Paulus Waterpauw, Ketua KPU Sumut, Mulia Banurea, unsur FKPD dan para tokoh agama serta pengurus parpol.

Ketua Bawaslu Sumut, Syafrida R Rasahan mengatakan, deklarasi ini langkah untuk mengawal Pilkada Serentak 2018 di Sumatera Utara. "Ini merupakan program nasional. Kita di Sumut juga akan melaksanakanya serentak di seluruh Sumatera Utara," ujarnya.

Syafrida menilai, tolak dan lawan politk uang di Pilkada 2018 ini sangat penting, mengingat politik uang dan politisasi SARA, merupakan ancaman besar bagi demokrasi dan kedaulatan rakyat.

"Politik uang tidak memberikan pendidikan politik kepada masyarakat. Ini akan mencederai integritas penyelenggaraan Pilkada. Sedangkan politisasi SARA, berakibat masyarakat terkotak-kotak. Kita harus lawan bersama," pungkasnya.

Penulis: Ardiansyah. Editor: gun.