Sun 19 Aug 2018

Hadiri Deklarasi Panwaslih Ini Pesan Kapolres Asahan 

Kapolres Asahan AKBP Kobul Syahrin Ritonga didampingi istri, Wakil Bupati Surya dan Ketua Panwaslih, Irpan Islami Rambe saat menyayikan lagu Indonesia Raya.

Asahan, hetanews.com - Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syarin Ritonga hadiri deklarasi tolak dan lawan politik uang, serta politisasi Suku, Agama, Ras dan Antar Golongan (SARA), Rabu (14/2/2018) yang dilaksanakan Panitia Pengawas Pemilihan (Panwaslih) setempat.

Kapolres menyatakan, Pilkada Serentak 2018 akan berjalan lebih mudah dan damai jika semua pihak menyadari dan tidak memanfaatkan isu SARA sebagai komoditas politik, sehingga setiap partai pendukung menjual program program terbaiknya dibanding menggunakan isu-isu sensitif.

"Akan jauh lebih mudah kalau seandainya pendukungnya tidak memanfaatkan isu-isu sensitif yang dapat memecah belah masyarakat biasa yaitu SARA. Jual program itu akan lebih baik,” ujar Kapolres, Rabu (14/2/2017 ) dihadapan para perwakilan partai yang menghadiri kegiatan.

Kobul juga mengingatkan agar pengawas dan petugas yang bertugas di lapangan tidak terkecoh dengan money politic. Karena di lapangan sangat rentan akan iming-iming uang.

“Bahkan politisasi SARA sudah mulai muncul di media sosial (medsos). Kita harus lebih bijak menerima kabar yang beredar di medsos,” ujar Kapolres. 

Dia juga mengatakan, bahwa politisasi SARA dapat berdampak akan membuat kerusuhan, sehingga dirinya mengajak semua elemen masyarakat di Asahan baik yang terlibat dalam pemilihan juga pengawasan menutup rapat-rapat politisasi SARA. Kapolres berjanji akan menindak tegas yang melakukan money politic juga politisasi SARA. 

“Tolong jangan bawa isu SARA. Meskipun kita tetap memperjuangkan agama masing-masing, akan memperjuangkan primordialisme, tapi jangan sampai itu menjadi komoditas, untuk menyerang yang lain sehingga mengoyak kebangsaan kita. Nah itu yang bahaya," ujar Kobul. 

 

Penulis: heru. Editor: aan.