Wed 17 Oct 2018

Empat Terdakwa Pengedar dan Pembeli Sabu Diadili di PN Simalungun

Dua terdakwa disidang terpisah dengan dua terdakwa lainnya. (foto/ ayu)

Simalungun, hetanews.com - Oswald Simanjuntak (27) dan Fukka Hutagaol (20), keduanya warga Huta Tanjung Pasir, Kecamatan Tanah Jawa, Kabupaten Simalungun, didakwa jaksa Julita Nababan sebagai pengedar sabu.

Kemudian dua terdakwa lainnya, yakni Panahatan Panjaitan (28), warga Bayu Bagasan dan Okta Morgana Siagian (25), warga Siligason, Kecamatan Tanah Jawa, didakwa jaksa yang sama sebagai pembeli sabu, dihadapkan ke persidangan Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (13/2/2018) untuk diadili.               

Menurut dakwaan jaksa, para terdakwa ditangkap anggota Polsek Tanah Jawa, Riston Tambunan, Royen Sinurat dan Indra Siahaan, pada Kamis, 7 September 2017, pukul 20.00 WIB.

Awalnya, polisi menangkap terdakwa Panahatan Panjaitan yang berboncengan dengan Okta Hutagaol, di Simpang Nagojor, Kecamatan Tanah Jawa karena mengantongi sabu satu paket.                  

Kepada polisi tersebut, kedua terdakwa mengakui baru saja membeli sabu dari Oswald Simanjuntak dan Fukka Hutagaol, di dalam rumah biliard milik Fukka Hutagaol.

Berdasarkan pengakuan kedua terdakwa, lalu polisi melakukan penangkapan terhadap Oswald Simanjuntak dan Fukka, di rumah bilyar milik Fukka tersebut, di Tanjung Pasir Tanah Jawa.                   

Perbuatan para terdakwa dijerat dengan pasal 114, pasal 112 dan pasal 127 UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.

Keterangan tiga anggota Polsek Tanah Jawa, dibenarkan para terdakwa dan terdakwa Oswald, mengakui sebagai pengedar sudah berjalan 2 bulan di kampungnya.                   

Keterlibatan Fukka, menurut Oswald adalah, setiap ada pemesan sabu, ia menyuruh Fukka untuk mengambil dari tempat yang tersembunyi, di rumah Fukka.

Sementara keterlibatan Okta Morgana, menurut temannya, Panahatan Panjaitan, sebagai teman yang diajak untuk mengkonsumsi sabu.

"Saya ajak Okta pak hakim untuk nyabu, saya sudah enam kali mengkonsumsi sabu,"sebut Panahatan dihadapan majelis hakim, pimpinan Lisfer Berutu.                     

Untuk mendengar tuntutan jaksa, persidangan dibantu panitera, Jonathan Sinaga, ditunda hingga Selasa mendatang.

 

Penulis: ay. Editor: gun.