Fri 16 Nov 2018

Kurir Sabu 0,28 Gram, Divonis 7 Kalender di PN Simalungun

Terdakwa Ashina saat akan keluar sidang usai divonis. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Ashina Thupa Fernando Pardede (31), penduduk Jalan Josep Sinaga, Simpang Pangasean, Kelurahan Parapat, Kecamatan Girsang Sipanganbolon, Kabupaten Simalungun, terbukti menjadi kurir sabu 0,28 gram,  divonis 7 kalender,  denda Rp 1 miliar, subsider 3 bulan, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (13/2/2018).               

Vonis majelis hakim, Roziyanti, Justiar Ronald dan Melinda Aritonang tersebut, lebih ringan dari tuntutan jaksa, Barry Sugiarto, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 8 tahun.

Terdakwa dipersalahkan melanggar Pasal 114 (1) UU RI No.35/2009 tanpa hak atau melawan hukum menjadi perantara dalam narkotika.

Hal yang memberatkan terdakwa, perbuatan terdakwa tidak mendukung program pemerintah dalam memberantas narkotika. Sedangkan hal meringankan, terdakwa mengakui terus terang perbuatannya dan menyesal.

Terdakwa ditangkap anggota Polsek Parapat, Libertius Siahaan, Dedy Arisandi, dan Dody Herawadi pada Selasa, 15 Agustus 2017, sekitar pukul 23.30 WIB.

Ketiga anggota polisi tersebut, semula sudah menerima informasi dari masyarakat kalau terdakwa sedang menuju Simpang Kantor PLN Parapat untuk mengantarkan sabu.

Di tengah perjalanan, terdakwa distop oleh polisi dan memerintahkan mengeluarkan isi kantong.                

Ternyata terdakwa sudah membuang satu paket sabu seberat 0,28 gram ke belakang sepeda motor Suzuki Satria FU miliknya.

Setelah diperintahkan diambil, ternyata paket sabu tersebut ia beli dari Limbat (DPO), seharga Rp 200 ribu dan akan diserahkan kepada yang menyuruhnya yakni, Kino (DPO), di Simpang Kantor PLN.

Penulis: ay. Editor: gun.