Sun 20 May 2018

Kejari Simalungun Bantah Status Tahanan Kejaksaan yang Sakit

Kasi Intel Kejari Simalungun, Robinson Sihombing.

Simalungun, hetanews.com - Kejaksaan Negeri (Kejari) Simalungun, membantah jika terdakwa Pandapotan Siagian (39), merupakan tahanan kejaksaan.

Hal itu disampaikan Kasi Intel Kejari Simalungun, Robinson Sihombing, Selasa siang (13/2/2018).

Robinson menyampaikan, surat dari Lembaga Pemasyarakatam Kelas II A Siantar ditujukan ke Pengadilan Negeri (PN) Simalungun.

"Suratnya ditujukan ke Pengadilan Simalungun. Tapi jaksa langsung koperatif. Sekarang sudah berkordinasi ke pihak pengadilan dan lapas, bagaimana supaya  tahanan langsung dibawa ke rumah sakit. Ini sudah cerita kemanusian,"kata Robinson.

Sementara itu, Ketua Pengadilan Negeri Simalungun, Lisfer Berutu, melalui Humas Pengadilan Negeri Simalungun, Justiar Ronal  menyampaikan, jika berkas terdakwa Pandapotan Siagian, baru dilimpahkan dari Kejari Simalungun, Senin (12/3/2018) sore, sekira pukul 16.40 WIB.

Selanjutnya baru disampaikan kepada hakim ketua, kemudian menetapkan majelis hakim terdakwa hari ini.

Baca Juga : Tahanan Kritis di Lapas Siantar, Izin Berobat Ke Rumah Sakit Dipersulit

"Ketika dilimpahkan berkas dari kejaksaan semalam, pengadilan tidak tau kalau terdakswa sakit. Sedangkan surat, baru kita ketahui tadi pagi. Yang berwenang untuk membantar surat ini adalah majelis hakim. Sedangkan majelisnya baru ditetapkan tadi,"kata Justiar.

Humas Pengadilan Simalungun ini tidak menampik, jika demi kemanusian, hal demikian tentu lebih diprioritaskan dibandingkan surat menyurat.

Namun sampai berita ini diterbitkan, istri Pandapotan Siagian, Rosmeati (38), didampingi Dame Pandiangan sebagai penasehat hukum masih berupaya untuk meminta izin agar suaminya itu segera dibawa ke rumah sakit.

Penulis: Hug. Editor: gun.