Sun 20 May 2018

Jenazah Cewek Cantik Asal Bali Ini Masih Ditahan AS, Padahal Kecelakaan Terjadi Bulan Lalu

Mahasiswi Sekolah Tinggi Perhotelan Bali (STPBI), Ni Kadek Ayu Ratih Sinta.

Amerika Serikat, hetanews.com - Pemerintah Amerika Serikat rupanya masih menahan jenazah mahasiswi Sekolah Tinggi Perhotelan Bali (STPBI), Ni Kadek Ayu Ratih Sinta (21).

Hingga Senin (12/2/2018) jenazah wanita asal Buleleng yang tewas akibat kecelakaan maut di Miami, Amerika Serikat, itu dilaporkan belum bisa dipulangkan ke Bali karena terkendala pengurusan sertifikat kematian.

"Sampai saat ini belum bisa dipulangkan juga. Kami menunggu saja, kami tidak bisa intervensi itu. Itu mutlak kewenangan dari pemerintah Amerika. Kami tidak bisa minta dipercepat," kata Ketua STPBI I Made Sudjana saat ditemui di ruang kerjanya, Senin (12/2/2018).

Sudjana pun mengaku tidak mengetahui persis bagaimana teknis pemulangan jenazah tersebut. Namun, sepengetahuannya, urusan pemulangan jenazah dari Amerika ke Bali memang tidak segampang yang dibayangkan.

"Jadi harus ada sertifikat kematian yang menyatakan bahwa orang itu mati. Pihak Airlines juga kan tidak gampang membawa mayat itu. Biar tidak ada masalah. Biar steril dan tidak menimbulkan apa-apa nantinya," kata pria asal Tabanan, Bali, ini.

Sudjana mengaku pihaknya sudah sempat berkoordinasi dengan keluarga Ratih Sinta. Sudjana pun berpesan kepada pihak keluarga apabila jenazah Ratih sudah dipulangkan ke Bali, pihak STPBI siap menjemput di Bandara.

"Karena meskipun gimana Ratih itu juga bagian dari kami. Makanya saya sudah kasih tahu keluarganya kalau sudah ada kabar kami mau jemput," kata Sudjana.

Seperti diberitakan sebelumnya, jejaring media sosial sempat dibuat heboh dengan kasus meninggalnya seorang mahasiswi Sekolah Tinggi Perhotelan Bali (STPBI), Ni Kadek Ayu Ratih Sinta (21).

Dikutip dari theadvocate.com, Sinta tewas dalam kecelakaan yang melibatkan tiga mobil di Jembatan Hale Boggs Interstate 310, Minggu (14/1/2018) lalu.

Sinta menjadi penumpang di salah satu mobil dalam kecelakaan maut tersebut. Sinta meninggal karena mengalami sejumlah luka-luka akibat kecelakaan tersebut.

Sebelumnya, ia sempat dirawat di University Medical Center pada hari Senin, sehari setelah kecelakaan di jembatan yang menghubungkan Destrehan dan Luling tersebut.

Sebuah postingan Facebook yang ditulis dalam bahasa Indonesia menjelaskan bahwa dia bekerja sebagai pelayan di sebuah restoran Jepang, setelah tiba di Amerika Serikat dengan menggunakan visa pelajar untuk pertukaran tenaga kerja.

Menurut polisi negara bagian, kecelakaan ini berawal saat Bria Mason (23) mengemudi ke utara di jalur kanan I-310 dengan menggunakan Chevrolet Impala 2008.

Saat berbelok ke kiri, datang Nissan Altima tahun 2012 yang dikendarai oleh Eryawan Bagus (25) dari Hammond. “Sinta merupakan penumpang Bagus,” ungkap seorang petugas kepolisian.

Tabrakan tersebut membuat mobil Nisan Altima milik Bagus berputar berlawanan arah jarum jam.

Mobil lalu berhenti di jalur kanan I-310, dengan sisi penumpangnya menghadap ke arah lalu lintas yang melaju.

Saat itu juga, seorang wanita bernama Allison Benoit (22) yang mengemudikan Ford Focus 2015 menabrak mobil Altima. Polisi mengatakan Sinta saat itu duduk di kursi penumpang saat mobil yang ditumpanginya ditabrak mobil Ford.

Akibat kecelakaan tersebut, empat orang dilarikan ke rumah sakit. Tiga orang bernama Mason, Bagus, dan Benoit dibawa ke rumah sakit setempat dengan luka ringan.

Sedangkan Sinta dibawa ke University Medical Center dengan luka kritis. Sehari kemudian Sinta meninggal akibat luka parah yang dialaminya.

Penyidik mengambil darah Mason untuk mengujinya, apakah kecelakaan tersebut diakibatkan karena pengemudi menggunakana obat-obatan terlarang atau alkohol.

Pihak kepolisian masih belum menyimpulkan penyebab pasti kecelakaan tersebut. Saat ini jenazah Sinta masih berada di Miami.

Pihak keluarga berusaha memulangkan jenazahnya, yang dipastikan menelan dana ratusan juta dan harus melewati proses panjang hingga keluar surat pemulangan jenazah.

Rekan-rekan Sinta di Amerika Serikat maupun Bali menggalang dana untuk biaya pemulangan jenazah gadis cantik asal Buleleng ini.  Disebutkan, dana yang dibutuhkan untuk pemulangan jenazah dari Amerika Serikat ke Bali mencapai 25 ribu dolas AS atau sekitar Rp 325 juta.

Hingga Sabtu (20/1/2018) pukul 23.30 Wita, dana yang terkumpul baru 11,033 dolas AS atau sekitar Rp 143 juta.

Sementara teman-teman Sinta di Bali mencoba mengumpulkan donasi lewat rekening bank.

Permohonan sumbangan untuk meringankan biaya pemulangan jenazah Sinta tersebut disebar lewat media sosial.

Penggalangan dana itu salah satunya di-share oleh akun Yuli Anggarini pada 18 Januari 2018. Akun Yuli Anggarini menulis, "Buat teman2 yg berkenan membantu menyumbangkan sedikit dana seikhlasnya untuk meringankan beban dari keluarga Alm. Ratih Shinta bisa inbox saya atau bisa trf langsung ke no rek. di bawah. Trimakasih."

Adapun rekening yang dicantumkan adalah Bank BRI dengan nomor rekening 78810100331xxx a/n Ni Luh Putu Yuli A dan BCA dengan nomor rekening 611520xxx a/n Dewa P Prastika.

 

 

 

sumber : tribunnews.com

Penulis: -. Editor: Sella.