Mon 21 May 2018

Ini Alasan Gubsu Puji Karantina Ikan Bandara Kualanamu

Gubsu, Tengku Erry Nuradi saat menerima Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Medan I, di ruang kerja Gubsu, Lt. 10 Kantor Gubsu, di Medan, Senin (12/2/2018). (foto/ardiansyah)

Medan, hetanews.com - Gubernur Sumatera Utara, Tengku Erry Nuradi, mengapresiasi terobosan Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu (BKIPM) Bandara Kualanamu yang melakukan modernisasi sistem pengawasan dan pelayanan secara terintegrasi.

"Dengan sistem canggih berbasis x-ray dan warehouse pertama di Indonesia tersebut, diharapkan meningkatkan sistem pengawasan," kata Tengku Erry saat menerima Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu Medan I, di ruang kerja Gubsu, Lantai 10 Kantor Gubsu, di Medan, Senin (12/2/2018).

Dirinya mengapresiasi BKIPM Bandara Kualanamu yang  telah melakukan modernisasi dengan melengkapi sistem pengawasan dan pelayanan secara terintegrasi berbasis warehouse.

Fungsi pengawasan di bandara akan semakin optimal dengan moderinasi sistem pengawasan terintegrasi yang dilakukan karantina ikan Bandara Kualanamu. Misalnya, menurut informasi, bahwa banyak baby lobster yang merupakan hasil pembenihan di Sumatera Utara yang diekspor keluar negeri dan dibesarkan di luar negeri.

"Padahal, pembenihannya ada di dalam negeri, mestinya pembenihan dan pembesarannya ada di dalam negeri. Yang merupakan nilai tambah untuk dalam negeri. Demikian hal-hal seperti ini yang memerlukan pengawasan," ujarnya.

Hadir dalam kesempatan itu Kepala Subbag Tata Usaha BKIPM Medan I,  Heni Ramadhani dan Kepala Seksi Pengawasan Pengendalian dan Informasi. Dalam rangka menunjang Sumatera Utara menjadi salah satu tujuan wisata dan perdagangan internasional, diperlukan beberapa fasilitas-fasilitas di bandara seperti imigrasi dan karantina yang modern.

“Karantina telah melakukan itu, dan merupakan yang pertama di Indonesia. Diharapkan dapat menjadi contoh bagi provinsi-provinsi lainnya,” sebut Erry.

Kepala Balai Karantina Ikan Pengendalian Mutu BKIPM B Medan I, Anwar mengatakan, balai karantina ikan Medan I akan melaunching sistem pengawasan, pelayanan dan pemeriksaan produk karantina ikan yang berbasis warehouse dan x ray.

“Sistem ini menggunakan teknologi dan terintegrasi dengan semua lini untuk memodrenisasi sistem pemeriksaan yang selama ini dilakukan secara manual,” ujarnya.

Dikatakannya dengan sistem yang akan dilauncing ini akan menimbulkan efisiensi yang sangat tinggi terhadap distribusi produk khususnya perikanan yang akan dilalu lintaskan melalui Bandara Kualanamu.

Selain itu, dengan terintegrasinya x-ray daripada Avsec Kualanamu dengan monitor karantina ikan. Sehingga bagasi-bagasi ataupun tentengan bawaan penumpang yang akan melalui Bandara Kualanamu akan mampu dideteksi juga oleh karantina yang melalui x-ray dan avsec AP II.

Karantina Ikan juga berhasil mengkoneksikan dengan x-ray bea cukai Kualanamu. Sehingga penumpang-penumpang yang datang dari luar negeri dapat dideteksi karantina ikan.

"Dengan terintegrasinya sistem ini dengan semua lini akan membuat pekerjaan ini menjadi lebih efisien. Diharapkan ini akan meningkatkan pelayanan bagi penumpang yang masuk dan keluar melalui Bandara Kualanamu," pungkasnya.

Penulis: Ardiansyah. Editor: gun.