Wed 17 Oct 2018

Tak Terima Divonis 8,5 Tahun, Penjual Sabu Banding

JPU Dedi Chandra Sihombing SH saat menghadirkan terdakwa pada pembacaan vonis. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Suryadi Tian alias Mansyur (32), penduduk Kampung Purwosari, Nagori Dolok Mainu, Kecamatan Dolok Batunanggar, divonis 8,5 tahun penjara oleh majelis hakim, pimpinan A Hadi Nasution, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Senin (12/2/2018).

Vonis tersebut lebih ringan 6 bulan dari tuntutan jaksa, Dedi Chandra Sihombing, yang sebelumnya menuntut pidana penjara selama 9 tahun.

Meski sudah diringankan 6 bulan, terdakwa tidak terima dan nyatakan banding. "Saya banding pak,"kata terdakwa saat menjawab pertanyaan hakim tentang vonis tersebut.

Terdakwa terbukti menjual sabu kepada Panca Ramadhani alias Ipan (33) dan Bagus Hartarto (23), keduanya masing-masing dihukum 7 tahun dari tuntutan jaksa sebelumnya 8,5 tahun penjara.

Kedua terdakwa, menerima sabu tersebut dari kurirnya Sadariah Damanik alias Dariah (47), divonis 7 tahun 6 bulan, yang sebelumnya dituntut 8,5 tahun.   

Menurut jaksa, tertangkapnya Sadariah Damanik dan terdakwa Suriadi, setelah tertangkapnya terdakwa Panca dan Bagus, pada Sabtu, 5 Agustus 2017, sekitar  pukul 19.30 WIB, di jalan umum Serbelawan.

Keduanya ditangkap Polsek Serbelawan yang sudah mendapatkan informasi tentang adanya penyalahgunaan narkotika. Panca dan Bagus, dihentikan saat mengendarai sepmor FU tanpa plat, dengan barang bukti 3 paket sabu.  

Diketahui, sabu tersebut baru saja diambil dari terdakwa Sadariah. Sedangkan Sadariah, menerima sabu dari Suriadi, di areal kebun Bridgestone. Selain pidana penjara, para terdakwa didenda Rp.1 Milyar subsider 3 bulan penjara.  

Hakim dan jaksa, sepakat mempersalahkan para terdakwa dengan Pasal 114 (1) jo Pasal 132  UU RI No.35/2009 tentang Narkotika.

Hal yang memberatkan, perbuatan para terdakwa tidak mendukung program pemerintah. Sedangkan hal yang meringankan, para terdakwa berterus terang dan belum pernah dihukum.

 

Penulis: ay. Editor: gun.