Sun 20 May 2018

Pelaku Penyerang Gereja Sleman Bawa Dokumen Imigrasi

Gereja St Lidwina, Bedog, Sleman yang menjadi korban serangan (foto/Daru Waskita)

Yogyakarta, hetanews.com - Umat Gereja Katolik St Lidwina, Bedog, Desa Trihanggo, Kecamatan Gamping, Kabupaten Sleman, Yogyakarta yang sedang menjalankan misa Minggu pagi, 11 Februari 2018 ketika diserang secara membabi buta dengan pedang oleh Suliono (23) warga asal Banyuwangi Jawa Timur.

Akibat kejadian tersebut lima orang menjadi korban. Mereka adalah tiga jemaat, satu pastor yang sedang memimpin misa, dan satu anggota polisi Polsek Gamping.

"Ada lima korban ya. Satu korban yaitu pastur kini sedang menjalani operasi," katanya Kapolres Sleman, AKBP Muchamad Firman Lukmanul Hakim.

Penyidik kata Kapolres saat ini sedang mendalami kejadian di lokasi dengan menggelar olah TKP dan telah menindak lanjuti adanya informasi dua orang yang berada di luar gereja yang mungkin juga terlibat dalam aksi pembacokan terhadap jemaah dan pastur yang sedang menggelar Misa.

"Itu informasi awal akan kita dalami terlebih dahulu. Kita tidak mau menuduh," ujarnya.

Ditanya tentang kronologi kejadian, Kapolres mengatakan pelaku masuk dari sisi barat mengamuk dengan senjata tajam jenis pedang. Kemudian kembali masuk ke gedung utama gereja dan kembali mengayun-ayunkan pedangnya sehingga mengenai korban jemaat dan pastur yang sedang memimpin misa.

"Anggota kita juga kena sabetan pedang saat mencoba meminta pelaku menyerahkan diri," ucapnya.

Ditanya tentang kondisi pelaku, Kapolres mengatakan dalam kondisi luka berat karena terkena dua tembakan di bagian kaki dan kini dirawat di RS UGM.

"Tidak ada korban meninggal dunia. Pelaku luka parah akibat tembakan dikakinya (sebelumnya ditulis tertembak di bagian perut)," ujarnya.

Terkait dengan dokumen milik pelaku yang berencana ke luar negeri, Kapolres mengatakan dokumen tersebut (dokumen imigrasi) hanya dokumen untuk mencari surat-surat ke luar negeri dan belum ada kaitannya dengan jaringan teroris. "Belum mengarah ke jaringan teroris," ujarnya.

Atas kejadian tindak pembacokan di saat jemaah sedang menggelar misa di gereja, Kapolres meminta jangan dibesar-besarkan dan dihubung-hubungkan dengan yang lainnya.  Rencananya, polisi akan melakukan evaluasi pengamanan gereja saat misa digelar.

"Mari kita bersama-sama turut melakukan pengamanan karena ini bukan tugas semata polisi. Kita ciptakan Sleman dan Yogyakarta pada umumnya tetap kondusif dan aman," ujarnya. 

 

 

 

 

 

sumber : viva.co.id

 

Penulis: -. Editor: Sella.