Sun 24 Jun 2018

Biaya PTSL di Tebingtinggi Maksimum Rp 250 Ribu

Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan dalam rakor sosialisasi PTSL bersama BPN. (foto/ver)

Tebingtinggi, hetanews.com - Wali Kota Tebingtinggi, Umar Zunaidi Hasibuan mengingatkan para Lurah dan Camat bahwa biaya untuk melakukan Pendaftaran Tanah Sistematis Lengkap (PTSL) di Kota Tebingtinggi yang telah ditetapkan maksimum Rp 250 ribu jangan melebihi sesuai dengan peraturan yang telah ditetapkan.

"Peraturan Wali Kota (tentang PTSL) ini, jangan dimanfaatkan untuk kepentingan pribadi. Jika memang tugas kita melayani masyarakat, jangan mengalihkannya dengan berbagai dalih, sehingga menghilangkan kepercayaan warga," sebut Wali Kota, Umar Zunaidi Hasibuan dalam rapat koordinasi Sosialisasi PTSL bersama Badan Pertanahan Nasional (BPN) Tebingtinggi dan Camat dan Lurah se Kota Tebingtinggi, Jumat (9/2/2018), di ruang Data Sekretariat Pemko Tebingtinggi.

Disampaikan Wali Kota, program PTSL effektif dan efisien ini agar dapat dimanfaatkan semaksimal mungkin, sebagai upaya percepatan kepada masyarakat untuk mendaftarkan bidang tanahnya, sehingga berstatus jelas.

"Camat dan Lurah jangan ada kekhawatiran menjadi masalah hukum, karena yang diurusi pendaftaran tanahnya bukan mengurusi lahan yang bersengketa. Jika ini yang terjadi anjurkan kepada masyarakat untuk menempuh jalur hukum," ujarnya.

Umar juga memerintahkan kepada Camat dan Lurah agar senantiasa mendampingi tim yang bertugas turun di lapangan.

"Ingat, Camat dan Lurah itu mendampingi, bukan membiarkan tim sendiri, untuk menambah kepercayaan masyarakat, sebab masalah lahan ini sensitif," ujar Umar mengingatkan.

Kepada tim dari BPN diharapkan agar menggunakan surat tugas yang jelas, karena saat ini banyak agen-agen dunia yang senantiasa memanfaat hal-hal semacam ini, dan suka mengaku bisa mengurus ini dan itu.

Sedangkan khusus kepada badan pengelola aset daerah, Wali Kota meminta agar mendata semua aset Pemko Tebingtinggi termasuk sekolah-sekolah untuk segera didaftarkan agar jelas semua batas-batasnya.

Kepala BPN Tebingtinggi, Taufik dalam penjelasannya menyampaikan, bahwa program PTSL untuk Kota Tebingtinggi tahun 2018 ditetapkan sebanyak 5.000 bidang untuk 11 Kelurahan di 4 Kecamatan, selain Kecamatan Tebingtinggi Kota.

Di Kota Tebingtinggi saat ini secara keseluruhan ada 57.000 bidang dan sudah terdaftar 37.000 bidang dan yang belum 20.000 bidang.

"Semua tanah diharapkan terdaftar dahulu, dan dalam program PTSL ini terdapat beberapa kategori, K1, K2 dan K3. Ini merupakan program pemerintah yang dicanangkan Presiden RI Jokowi," terang Taufik.

Dirinya juga berharap Camat dan Lurah berkenan mendampingi petugas di lapangan, karena dengan adanya petugas dari Kecamatan dan Kelurahan, serta Bhabinkamtibmas dan Bhabinsa, masyarakat semakin percaya, dan semakin mempercepat pelaksanaannya di lapangan

Penulis: ver. Editor: Aan.