Siantar, hetanews.com - Komisi III DPRD Kota Siantar juga turut mengintip kondisi Taman Kehati yang sejak tahun 2014 lalu sudah direncanakan akan dibangun. Namun baru tahun 2017 ini lah pembangunannya baru dilaksanakan.

Tetapi itupun menjadi sorotan DPRD Kota Siantar, terkhusus pembangunan gedung UKM dan galeri yang memakan biaya sebesar Rp 436.020.000.

"Kami akan memanggil Dinas Kebersihan (Dinkes) untuk menanyakan soal pembangunan Taman Kehati secara universal. Banyak yang kurang pas disini, coba lihat saja sendiri. Kalau lah disuruh orang buka kios disini (gedung UKM dan galeri,red) hantu aja malas datang, jangankan manusia," ujar Sekretaris Komisi III DPRD Siantar, Frengki Boy Saragih, Jumat (9/2/2018). 

Dia memaparkan, pihaknya (DPRD-red) akan mempertanyakan fungsi gedung UKM dan galeri yang dibangun Pemko di lokasi Taman Kehati tersebut.

Tak hanya itu, DPRD juga akan menanyakan seluruh proyek pembangunan Taman Kehati. "Katanya ada tanaman langka, tapi ntah dimana ditanam. Gedungnya sudah ada, tapi ntah siapa yang mau mengelola, jika lokasinya masih seperti ini. Intinya, banyaklah pertanyaan yang akan kita ajukan langsung melalui RDP ke Dinas Kebersihan, terkait proyek Taman Kehati," ujar Frengki Boy. 

Dia mengaku, seharusnya hari ini, Jumat (9/2/2018), pihaknya menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan pihak Dinas Kebersihan selaku mitra kerja mereka.

Baca Juga: Intip Kondisi Taman Kehati Kota Siantar, Jekson: Kita Lakukan Pembenahan Berjenjang

Namun, agenda (RDP,red) tersebut batal karena berdasarkan informasi, pihak Dinas Kebersihan tidak mengetahui adanya agenda tersebut. "Gak tau kita dimana salahnya, tapi katanya Dinas Kebersihan tak ada menerima undangan RDP dengan Komisi III hari ini. Makanya, kita akan jadwal ulanglah RDP-nya, sekaligus mempertanyakan temuan lapangan kita hari ini," ujarnya.

Di lokasi yang sama, Frans Bungaran Sitanggang meminta agar pihak Dinas Kebersihan bersikap transparan, khususnya mengenai pelaksnaan pembangunan Taman Kehati. "Sebagai mitra, kita minta dinas agar bersikap transparan agar tidak terjadi simpang siur informasi, khususnya tentang Taman Kehati,” katanya.