Sun 20 May 2018

Tanggapan Menohok Deddy Corbuzier Soal Kartu Kuning Jokowi, Awas Terkecoh!

Youtube Deddy Corbuzier

Jakarta, hetanews.com - Presenter Deddy Corbuzier menanggapi soal kartu kuning yang dilayangkan oleh Presiden BEM UI,  Zaadit Taqwa. Melalui akun Youtube Deddy Corbuzier ia mengunggah video pada hari Kamis, (8/2/2018).

Dalam video tersebut, Deddy memberikan judul "KARTU KUNING JOKOWI DAN KARTU MERAH ZAADIT TAQWA ( Opini Keras Deddy Corbuzier)" Video tersebut berdurasi 2 menit 36 detik.

Diketahui, nama presiden BEM UI, Zaadit Taqwa mencuat saat ia berani memberi kartu kuning kepada Jokowi usai memberikan pidato sambutannya saat acara Dies Natalis UI ke 68 di Balairung UI, Depok, Jawa Barat, Jumat (2/2/2018).

Rupanya, sat itu Zaadit memberikan 3 tuntutan. Namun, tuntutan yang menjadi prioritas BEM UI adalah terkait gizi buruk di Papua dan  kejadian luar biasa campak di Kabupaten Asmat.

"Kami ingin mau dipercepat penyelesaiannya karena sudah lama dan sudah banyak korban," ucap Zaadit. Menanggapi hal itu, Deddy membuat video opininya.

Diawal videonya, Deddy Corbuzier menampakkan wajah gara dan mengatakan "ini mahasiswa anak ha*am. Setelah itu, mantan pesulap itu meminta agar para netizen menonton video tersebut sampai habis.

"Smart people tonton video ini sampai habis, video yang paling penting di menit kedua hingga terakhir", ucapnya. Kemudian ia berbicara sekita 1 menit:

"Mahasiswa itu bi**b, lebih baik nyangkul sawah, Tak pantas kuliah disana, lebih baik dia nyangkul sawah, dan buat pak rektor pecat saja mahasiswa kayak gitu, Karena di nggka ngeri kalau pak Jokowi itu membangun transportasi untuk semua kendaraan, bukan cuma buat mobil,

Orang-orang seperti ini akna menjadi calon-calon pembang**g negara, ini bocah k***k, Ketenarannya bukan karena prestasi, tenar karena nggak punya etika, nggak punya tata krama,

Jadi sekolah dulu aja, kuliah aja yang bener, nila aja masih jelekDan, kalau saya lihat postur tubuh dan tampang anda seperti Farhat Abbas, jangan-jangan," ucapnya.

Rupanya, ucapan Deddy di 1 menit awal itu merupakan komentar dari netizen.Kemudian, Deddy tampak marah dengan komentar netizen tersebut.

Setelah itu, ia memberikan pendapat pribadinya menanggapi aksi Presiden BEM UI. Deddy berpendapat jika apa yang dilakukan Zaadit tidak salah, namun momentumnya kurang tepat.

"Kalau anda tanya pendapat saya, soal kartu kuning untuk Jokowi, menurut saya itu nggak salah, karena dia nggak menggunakan kekerasan, yang namanya mengekespresikan boleh saja, bisa saja, kapan saja, bukan merupakan hal-hal yang dilarang, jadi its oke,"ujarnya.

Lalu Deddy membeberkan kesalahan Zaadit. "Salahnya timing anda kurang tepat, mahasiswa pernah mengadakan pergerakan luar biasa ketika pemerintah kita hancur berantakan, ketika masyarakat kita gundah gulana, dan butuh pembaharuan yang luar biasa, disitu dibutuhkan pergerakan mahasiswa." ungkapnya

Kemudian mantan suami Kalina Oktarani itu membeberkan aksi mahasiswa tahun 1998 yang melakukan penggulingan pemerintah dan melakukan reformasi.

Bahkan Deddy menyebut agar netizen tidak boleh membuli Zaadit Taqwa. Fadjroel Rachman mengunggah sebuah surat yang ditandatangani oleh bupati Asmat, Elisa Kambu, Senin (5/2/2018).

Melalui akun Twitter @fadjroeL, ia menuliskan cuitan ucapan terimakasih kepada presiden Joko Widodo (Jokowi), TNI, Polri, Kemenkes dan sejumlah pihak lainnya atas pencabutan KLB campak di kabupaten Asmat.

Dalam surat yang beredar tersebut, tampak Elisa Kambu merilis pernyataan itu saat bersama pejabat TNI dari Korem Merauke, tim Satgas kesehatan, tim medis dari Provinsi Papua, Polri, dan pejabat Pemda Asmat.

Elisa menyatakan dengan resmi mencabut status KLB Asmat atas dasar laporan-laporan perkembangan tindakan medis dari beberapa tim medis.

Begini isi surat tersebut selengkapnya: "Sehubungan dengan Laporan Perkembangan Situasi Kejadian Luar Biasa (KLB) Campak (terlampir) yang kami terima dari Dinas Kesehatan Kabupaten Asmat pada tanggal 4 Februari 2018 tentang situasi KLB Campak sampai saat dilaporkan dan mengacu PERMENKES 1501 tahun 2010 tentang Jenis Penyakit Menular Tertentu yang dapat menimbulkan Wabah dan Upaya Penanggulangan. maka kami menyimpulkan bahwa :

1. Telah terjadi penurunan temuan penderita campak oleh tim Satgas (TNI. POLRI, KEMENKES, PB IDI) dan bahkan hampir seluruh wilayah tidak ditemukan kasus baru.

2. Apabila ditemukan kasus baru dan tidak termasuk kriteria KLB maka hal ini adalah kondisi normal yang didapati Puskesmas dan tertangani.

Berdasarkan perkembangan situasi KLB Campak tersebut di atas maka: PENETAPAN KEJADIAN LUAR BIASA CAMPAK 
DINYATAKAN DlCABUT DAN TELAH BERAKHIR

Dengan demikian atas perhatian dan kerjasamanya, diucapkan terima kasih

Agats, 5 Februari 2018 
Bupati Kabupaten Asmat
Elisa Kambu, S.Sos"

 

 

 

sumber : tribunnews.com

simka vidionya

Penulis: -. Editor: Sella.