HETANEWS

Telan 63 Kapsul Narkoba, WN Rusia Ditangkap Di Bali

Warga Negara (WN) Rusia berinisial AT (foto/Istimewah)

Bali, hetanews.com-Warga Negara (WN) Rusia berinisial AT (29) ditangkap petugas Bea Cukai Ngurah Rai pada 15 Januari 2018 lalu di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai, Badung.

Pelaku telah membawa 63 kapsul terbungkus plastik dari yang disembunyikan dalam perut. Di dalam kapsul terdapat benda berwarna hitam kecokelatan seperti dodol. Petugas pun kemudian melakukan pengujian awal dengan narcotest NIK dan hasilnya positif sediaan narkotika jenis hashish dengan total brutto 389,14 gram.

Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Bali, NTB dan NTT, M Syarif Hidayat mengatakan, tersangka memang sudah menjadi incaran dan dia merupakan pengedar narkoba.

"Saat barang-barangnya diperiksa tidak ada narkoba. Namun setelah kami ronsen ternyata ada benda aneh dalam perutnya,” ungkapnya di Denpasar, Jumat (9/2/2018).

Dia menjelaskan, setelah pelaku mendarat di Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai laki-laki tersebut langusung dipanggil oleh petugas.

“Dia ini diketahui datang dari Kathmandu ke Bali via Kuala Lumpur dengan menumpang pesawat Malindo Airlines. AT merupakan target analis penumpang sehingga diperiksa secara mendalam oleh petugas kami di terminal kedatangan bandara. Dan dia pekerjaanya sebagai desainer,” ujarnya.

Dia menerangkan, bahwa jumlah narkoba itu diperkirakan dapat dikonsumsi oleh 1.946 orang dengan asumsi 1 gram dikonsumsi oleh 5 orang. Atas perbuatannya, AT melanggar Pasal 113 Ayat (1) Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman pidana penjara paling singkat 5 (lima) tahun dan paling lama 15 tahun dan pidana denda paling sedikit Rp1 miliar dan paling banyak Rp10 miliar.

Barang bukti dan tersangka dari kasus penyelundupan narkotika tersebut telah diserahkan ke Polda Bali.

“Barang bukti dan tersangka sudah diserahkan kepada Polda selaku pihak yang berwenang untuk ditindaklanjuti sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku. Ke depannya kami akan terus meningkatkan pengawasan terhadap masuk maupun keluarnya barang ke Indonesia, agar masyarakat dapat terlindungi dari dampak negatif barang-barang tersebut,” ujarnya.

sumber: okezon.com

Editor: sella.