Siantar, hetanews.com - Di dekat Rumah Dinas Wali Kota Siantar, Jalan MH Sitorus, Kelurahan Teladan, Kecamatan Siantar Barat, ada sebuah gapura yang bertuliskan Taman Kehati. Gapura tersebut terlihat, seperti bangunan baru dan udara segar dapat dirasakan. 

Hal itu karena di dalam taman itu, ditumbuhi pepohonan dan tidak dilalui kendaraan. Berjalan beberapa meter akan didapati sebuah bangunan yang berisikan tumpukan sampah. Berjalan lagi, ada sebuah bangunan yang masih kosong dan berlantai dua. Di sebelah kanannya, tumbuh beberapa bunga yang sudah mekar. 

"Kondisinya memang terlihat tak terawat," kata Kadis Kebersihan, Jekson Gultom, Kamis (8/2/2018).

Dijelaskan, ada beberapa bangunan yang sudah dibangun di Taman Kehati dan memiliki fungsi yang berbeda-beda. "Yang banyak sampahnya itu memang nanti kita rencanakan untuk pembuatan pupuk kompos. Sedangkan kalau yang masih kosong itu gunanya untuk perpustakaan," sebutnya. 

Bunga yang sudah mekar di Taman Kehati. (foto/tom)

Ditanya, kapan akan dilakukan pengisian buku? Jekson menyebutkan, dalam anggaran tahun ini, hal itu sudah direncanakan. "Memang belum ada yang ngisi galeri dan ukm di situ, masih hanya bangunan fisik. Rencananya tahun ini akan diisi buku-buku tentang lingkungan hidup," ujarnya.

Mantan Kepala Badan Lingkungan Hidup Siantar ini, mengaku tidak mengetahui kondisi terbaru sarana dan prasarana yang ada di dalam Taman Kehati.

"Biasanya, adanya yang menjaga disitu, tapi malam memang gak ada. Tapi itupun, nantilah saya kabari lagi. Saya tanya dulu sama anggota,"ujarnya.

Dia memaparkan, Taman Kehati itu sejatinya diperuntukkan sebagai pusat pelestarian tanaman khususnya tanaman langka yang ada di Indonesia.

Namun, Pemerintah juga menyediakan sarana, berupa gedung galeri dan UKM agar nantinya anak-anak yang ada di Siantar dapat belajar mengenai lingkungan hidup sembari menikmati suasana taman yang sejuk dan asri.

Bangunan yang direncanakan untuk galeri dan UKM. (foto/tom)

"Rencananya tahun ini akan kita anggarkan pengadaan buku-buku tentang lingkungan hidup, agar bangunan itu nanti dapat berfungai maksimal," katanya. 

Jekson mengaku, jika pembangunan Taman Kehati dilakukan secara bertahap, dan rencananya baru akan rampung dikerjakan secara keseluruhan akhir tahun 2019 mendatang.

"Banyak yang belum selesai. Lihat saja jogging track, tanggul belum rampung dikerjakan," ujarnya.