HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Dua Pengusaha Penyuap Bupati Nonaktif Batubara Dihukum 2 Tahun Penjara 

OK Arya menjalani persidangan di Pengadila Tipikor Medan.

Medan, hetanews.com - Dua pegusaha penyuap Bupati nonaktif Batubara, OK Arya Zulkarnain dijatuhi hukuman masing-masing 2 tahun penjara.

Kedua pengusaha tersebut adalah Syaiful Azhar dan Maringan Situmorang. Selain hukuman 2 tahun penjara, keduanya juga dijatuhi hukuman denda Rp 100 juta. 

Jika Syaiful tidak membayar denda, maka harus menggantinya dengan pidana kurungan 3 bulan. Sementara Maringan jika tidak membayar denda, maka harus menggantinya dengan pidana kurungan 6 bulan penjara.

Majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo menyatakan, keduanya terbukti memberikan sejumlah uang kepada OK Arya Zulkarnain, untuk mengatur proyek pembangunan infrastruktur di Kabupaten Batubara.

Kedua terdakwa telah melakukan perbuatan yang diatur dalam Pasal 5 ayat (1) huruf a, dan Syaiful Azhar Pasal 5 ayat (1) huruf b, UU Nomot 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi sebagaimana diubah dan ditambah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 64 KUHP.

"Menyatakan terdakwa terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi (secara berlanjut) sebagaimana didakwakan dalam dakwaan primair. Menjatuhkan pidana kepada terdakwa selama 2 tahun dan denda sebesar Rp 100 juta," kata Wahyu dalam putusannya," kata majeis hakim di Pengadilan Tipikor Medan, Kamis (8/2/2018).

Kedua terdakwa menyatakan menerima putusan itu. Sementara Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Ikhsan Fernandi, menyatakan mereka masih menfaatkan waktu 7 hari untuk pikir-pikir.

"Kami akan membuat laporan ke pimpinan dan menggunakan waktu untuk pikir-pikir," ujarnya.

Putusan majelis hakim memang lebih ringan dibandingkan dengan tuntutan. Sebelumnya JPU Ikhsan Fernandi meminta agar kedua terdakwa dijatuhi hukuman 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Kasus suap ini merupakan kelanjutan dari Operasi Tangkap Tangan (OTT) yang dilakukan KPK pada pertengahan September 2017 lalu. KPK menangkap Bupati Batubara OK Arya Zulkarnain dan pengusaha jual beli mobil, Sujendi Tarsono alias Ayen bersama 6 orang lainnya.

Dalam OTT ini, petugas menyita Rp 364 juta yang diduga sebagai bagian dari uang suap. 

Penulis: ardiansyah. Editor: aan.