HETANEWS

Tolak Kapal Pukat Trawl, Ini Dilakukan Perwakilan Nelayan Tradisional Sergai

Perwakilan Nelayan Tradisional Sergai saat foto bersama Kapolres Sergai, AKBP Nicolas Ary Lilipaly, di Polres Sergai, Rabu (7/2/2018) sore. (foto/sutrisno)

Sergai, hetanews.com - Perwakilan nelayan Serdang Bedagai (Sergai) terdiri dari Aliansi Nelayan Sumatera Utara (ANSU) yang diketuai Sutrisno, Ketua Federasi Serikat Nelayan Nusantara (FSNN), M Yamin, Ketua Serikat Nelayan Sumatera Utara (SNSU), M Syarif dan Ketua Serikat Nelayan Merdeka (SNM) Sergai, Syahril, melakukan audensi dengan Kapolres Sergai, AKBP Nicolas Ary Lilipaly, di ruang kerja Kapolres, Rabu (7/2/2018) sore.

Kedatangan beberapa perwakilan serikat nelayan ini untuk memaparkan adanya isu ribuan nelayan Sergai akan bergabung dengan Aliansi Masyarakat Nelayan Sumatera Utara (AMANSU) melakukan aksi demo ke kantor Gubsu dan kantor DPRD Sumut, mendukung beroperasinya kapal pukat trawl.

Sutrisno mengatakan, kedatangan mereka melakukan audesi seputar adanya isu ribuan nelayan asal Sergai akan melakukan aksi tandingan ke kantor Gubsu dan DPRD Sumut, seputar mendukung beroeprasinya kapal pukat trawl.

Menurutnya, Zulkifli mengaku selaku Koordinator AMANSU untuk Sergai, bukan asli nelayan Sergai, namun oknum tersebut merupakan warga Desa Pagurawan, Kecamatan Medang Deras, Batubara.

“Kita katakan kepada Kapolres, ribuan nelayan Sergai akan melakukan aksi tandingan itu tidak benar,” ucap Sutrisno.

“Zulkifli itu bukan penduduk Sergai, tapi warga Pagurawan, Kabupaten Batubara,” tambahnya.

Sutrisno menjelaskan, AMANSU merupakan salah satu pendukung beroperasinya kapal pukat trawl, sementara seluruh nelayan Sergai, menolak beroperasinya kapal pukat trawl. Hal itu dilihat dengan adanya pertemuan dengan Menteri Kelautan dan Perikanan RI, di Lantai Sialang Buah, beberapa waktu lalu.

“Nelayan Sergai sangat menolak beroperasinya kapal pukat trawl, sehingga adanya isu ribuan nelayan Sergai mendukung kapal pukat trawl tidak benar,” ungkap Sutrisno.

Kapolres AKBP Nicolas Ary Lilipaly mengatakan, kedatangan perwakilan nelayan Sergai melakukan audensi seputar rasa kecewa mereka dicatut akan melakukan aksi ke Kantor Gubsu dan DPRD Sumut, bersama AMANSU untuk mendukung beroperasinya kapal pukat trawl.

“Nelayan tradisional Sergai, merasa kecewa dan dipermainkan pengurus AMANSU yang mengatasnamakan warga Sergai,” terang AKBP Nicolas.

Menurutnya, dari pertemuan itu, nelayan Sergai sangat jelas menolak beroperasinya kapal pukat trawl, di Perairan Sergai telah merusak ekosistim laut.

“Isu bahwa ada unjuk rasa dibawah korlap Zulkifli itu merupakan bohong belaka. Kami berharap, nelayan tradisional Sergai tidak melakukan aksi pemblokiran terhadap kegiatan masyarakat,” kata Kapolres.

Penulis: sutrisno. Editor: gun.