HETANEWS
CITIZEN JOURNALISM

Truk PT Tulung Agung Ambrukkan Jembatan Milik Pemkab Simalungun di Sitappulak

Kepala truk BK 8065 TC milik perusahaan AMP PT Tulung Agung, di Huta Sitappulak yang merobohkan jembatan milik Pemkab Simalungun. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com - Satu unit truk bermuatan batu gunung pecah, diduga melebihi tonase milik PT Tulung Agung, perusahaan AMP, ambrukkan jembatan milik Pemkab Simalungun, di Huta Sitappulak, Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa.

Peristiwa hingga membuat bokong truk mencium permukaan bebatuan di atas permukaan air sungai dan mengganggu aktifitas masyarakat pengguna jembatan dan air sungai buat mandi cuci itu, persis terjadi, Rabu (7/2/2018) sekira pukul 10.30 WIB.

Tidak ada korban jiwa atas kejadian tersebut, akan tapi supir truk yang diketahui warga sekitar, bernama Anto (50), tidak terlihat di lokasi kejadian.

Diduga kuat melarikan diri guna penyelamatan atau pun mencari pertolongan pertama ke pemukiman warga sekitar.

Informasi dihimpun, truk dengan nomor polisi (nopol) BK 8065 CT tersebut, sebelum merobohkan jembatan penghubung antar Huta (Kampung) tersebut, datang dari arah Siantar dengan tujuan AMP PT Tulung Agung, di Huta Sitappulak, Nagori Marubun Jawa.

Mengingat muatan yang diangkut ditafsir hampir mencapai 40 ton, sementara jembatan milik Pemkab Simalungun itu hanya mampu menampung tonase sekitar 8 ton, akhirnya merobohkan lantai papan jembatan dan bokong truk ke dasar sungai.

Koindisi truk yang terpuruk. (foto/zai)

Terkait peristiwa itu, Pangulu Nagori Marubun Jaya, Kecamatan Tanah Jawa, Sarinah dari seberang telepon selulernya mengatakan, bahwa jauh hari sebelum kejadian tersebut, pihaknya sudah berulang kali mengingatkan pihak pengusaha AMP, PT Tulung Agung.

"Kami sudah berulang menegur dan mengingatkan. Bahkan sudah ada kesepakatan, bahwa perusahaan akan mentaati, khusus muatan truk tidak melebihi dari tonase. Akibat tak diindahkan, peristiwa yang juga mengganggu aktifitas warga pun terjadi," ucapnya.

Selaku Pemerintah Nagori, dan juga harapan warga Nagori Marubun Jaya, agar efek dari peristiwa ini, sebaiknya Pemkab Simalungun melalui Bupati Simalungun, JR Saragih membebankannya kepada perusahaan untuk secepatnya dibangun kembali.

Penulis: zai. Editor: gun.