HETANEWS

Pengedar 20 Butir Pil Ekstasi Divonis 12 Tahun Penjara

Petugas membawa terdakwa Eten keluar dari ruang sidang. (foto/ayu)

Simalungun, hetanews.com - Majelis hakim, Roziyanti, Justiar Ronald dan Melinda Aritonang, menjatuhkan pidana 12 tahun penjara terhadap terdakwa Eten (41), warga Dusun I Mangkei Baru, Kecamatan Lima Puluh. Vonis tersebut dibacakan dalam persidangan terbuka untuk umum, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (6/2/2018).   

Vonis tersebut konform dengan tuntutan jaksa Julita Nababan.

Selain pidana penjara, terdakwa juga didenda Rp 1 miliar subsider  6 bulan penjara. Hakim dan jaksa sependapat mempersalahkan terdakwa dengan Pasal 114 (2) UU RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika jo Pasal 84 (2) KUHAP.   

Terdakwa terbukti mengedarkan puluhan butir pil ekstasi yang diakui adalah milik Ijun Damanik (penghuni LP Labuhan Ruku).

Penangkapan Eten, setelah tertangkapnya  Rudy Syahputra dan Baharuddin Damanik (divonis 10 tahun) atas kepemilikan pil ekstasi.

Rudy dan Baharuddin, mengaku disuruh Ijun Damanik, mengantarkan pil ekstasi kepada Peang (dituntut terpisah), di Batubara. Atas perintah Ijun Damanik, uang hasil penjualan diserahkan kepada terdakwa Eten, karena Eten yang akan menyetorkan kepada Ijun Damanik, di LP Labuhan Ruku.   

Lalu, Satuan Reserse Narkoba mengamankan Eten, di rumahnya, pada Senin, 5 Juni 2017, pukul 03.00 WIB dan menyita 20 butir pil ekstasi yang disimpan dalam pipa air, di dinding dapurnya dengan kaca pirex yang dibungkus tisu. Saat ditangkap, terdakwa Eten sedang duduk dengan Irwansyah alias Iwan Keling (38).   

Iwan Keling juga dihukum 2 tahun 7 bulan karena kepemilikan sisa sabu dalam plastik klip dan alat hisap yang berada di dalam jok sepeda motor CS one yang dikendarainya dan parkir di depan rumah Eten.        

Hal yang memberatkan, terdakwa sudah pernah dipidana dan memberikan keterangan berbelit - belit. Sedangkan hal yang meringankan tidak ada.

Penulis: ay. Editor: gun.