Sun 19 Aug 2018

Didesak Olah TKP di RSVI, Reni Sitohang : Seharusnya Polisi Lebih Profesional Bekerja

Reni Sitohang ketika sesi wawancara saat berada di RSVI. (foto/res)

Siantar, hetanews.com – Ternyata, pihak Kepolisian sempat didesak oleh kuasa hukum dari korban LIS yakni, Reni Sitohang untuk melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP) di Rumah Sakit Vita Insani (RSVI), Jalan Merdeka, Kecamatan Siantar Timur.

Bahkan, Reni sempat emosi terhadap petugas  Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Siantar yang sangat lama melakukan olah TKP.

Hingga akhirnya, pihak UPPA Polres Siantar, melakukan cek TKP di RSVI, Senin (5/2/2018) siang.

Hal itu langsung dikatakan oleh Reni kepada hetanews.com, dengan mengatakan, kalau awalnya kliennya (korban LIS) dihubungi oleh Bripda S untuk melakukan cek TKP dan meminta agar mereka (Reni dan LIS) datang ke Polres Siantar dengan cepat.

"Tapi setelah kami datang ke Polres dan juga pihak Kepolisian telah menambahkan Berita Acara Pemeriksaan (BAP), tapi malah penyidik mengatakan kalau hari ini tidak bisa dengan alasan penyidik akan berangkat ke Maluku untuk urusan pekerjaan. Dan penyidik juga mengatakan kalau cek TKP diundur menjadi minggu depan," ungkap Reni melalui pesan singkat WhatsApp (WA)

Mendengar pernyataan dari penyidik, Reni langsung marah-marah kepada petugas PPA.

"Saya disitu langsung emosi dan marah-marah karena penundaan cek TKP, kenapa penyidik tidak memberitahukan kepada klien kami atau kepada saya maupun rekan-rekan yang lain? Padahal, saya sudah berkordinasi kepada rekan-rekan lainnya untuk mendapampingi klien kami untuk melakukan cek TKP," kesal Reni.

Baca Juga : PPA Polres Siantar Olah TKP di RSVI, Ini Penjelasan Ipda Herly

Menurutnya, kalau penyidik dengan seenaknya atau sepihak menunda untuk melakukan cek TKP tanpa melakukan konfirmasi ulang tentang pembatalan cek TKP tersebut.

"Penyidik juga kan mempunyai tim yang harus saling kordinasi satu sama lainnya. Jika ada satu penyidik yang berhalangan, maka penyidik tersebut harus mengkordinasikan pekerjaannya yang tertunda kepada rekannya tersebut," pungkas Reni kepada hetanews.com.

Sehingga, masih kata Reni, penyidik telah menelantarkan klien mereka dan memperlambat proses hukum yang sudah berjalan selama 1 bulan sejak membuat laporan. Namun hingga sampai saat ini pihak penyidik belum melakukan cek TKP.

Kemudian setelah seperti dipermainkan, Reni yang sudah terlanjur emosi mengatakan, kalau mereka akan melaporkan hal tersebut ke Polda Sumut dikarenakan penundaan tersebut.

"Karena tadi dibilang penyidiknya kalau olah TKP nya ditunda, jadinya saya katakan kepada mereka (petugas) akan melaporkan hal ini (penundaan) ke Polda, dan ini bukan baru pertama kali, melainkan sudah kedua kalinya. Sebagai pejabat hukum, pihak penyidik tidak bertanggung jawab dan profesional dalam menangani perkara klien kami," kesal Reni.

Reni berharap melalui kejadian ini, pihak Kepolisian bisa sigap, cepat, bertanggung jawab dan profesional dalam menjalankan tugas dan tanggung jawabnya sebagai penyidik.

Penulis: res. Editor: gun.
Komentar 1