HETANEWS

Warga Habeahan Resah Akibat Tarif Excavator Mini Melonjak Naik

Humbahas, hetanews.com-Lima unit alat berat excavator mini bantuan Kementrian Pertanian (Kementan) melalui PT Traktor United  diserahkan kepada petani di Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) pada tahun lalu.

Namun kini yang menjadi bahan pertanyaan bagi masyarakat Humbahas, terkhusus masyarakat Desa Habeahan, Kecamatan Lintong Nihuta dalam memakai alat berat excavator mini tersebut harus membayar biaa sewa sebesar Rp 1,2-1,5 juta per hari.

Hal ini diterangkan beberapa warga Desa Habeahan kepada hetanews.com, Minggu (5/2/201) mengaku mereka sangat dirugikan dan resah, karena yang diterangkan Kepala Desa (Kades) Habeahan bertentangan dengan kenyataan di lapangan.

"Kami siap untuk bertindak tegas, baik itu secara hukum. Karena kami sudah sangat dirugikan oleh Ketua Kelompok Tani (Koptan) Mandiri Sejahtera, Harrys Lumban Toruan sebagai pengelola alat berat excavator mini itu," ungkap beberapa warga.

Disinggung soal harga dan waktu bekerjanya alat iti, serta keterangan Kades setempat, mereka mengaku, bervariasi dan tidak merata.

"Harganya tidak merata, ada yang Rp 1,2 juta, Rp 1,3 juta dan Rp 1,5 juta. Seperti saya kemarin menuewa alat itu dan mereka meminta Rp.1,5 juta. Lain lagi beli rokok dan makan operator," sebut warga Sihombing.

Dia menuturkan, bagaimana cara mereka bertani jika pemerintah saja tidak mendukung masyarakat miskin.

"Sementara Kades Habeahan beberapa waktu lalu menerangkan, bahwa sewa alat berat tersebut cukup hanya Rp 300 ribu yaitu, Rp 100 ribu gaji operator dan Rp 200 ribu. Untuk perawatan alat berat dan minyak kami yang menanggung sesuai lahan yang mau dikelola," terang Sihombing.

Ironisnya, sesuai keterangan warga lainya, waktu pengerjaan hanya 8 jam dan mereka lebih sering bekerja malam dimulai pukul 17.00-01.00 WIB dan tidak bisa lebih 10 menit saja.

"Kami minta tolong agar menyerakan kompos saja pun tidak bisa. Padahal kami sudah bayar sampai jutaan. Kami tidak akan menyewa atau menggunakan alat itu jika pengelolaa lat excavator itu masih mereka. Bila perlu jika ini sampai ke penegak hukum, kami siap," tandas  mantan Kades tersebut.

Sementara Harrys Lumban Toruan yang dicoba dihubungi sedang diluar jangkauan, sehingga berita ini terbit belum ada keterangan Ketua Koptan tersebut.

Penulis: akim. Editor: aan.