HETANEWS.COM
CITIZEN JOURNALISM

Bupati Nonaktif Ok Arya Didakwa Terima Uang Rp 8 Miliar

Bupati Batubara, OK Arya nonaktif saat memberikan kesaksian atas terdakwa Maringan Situmorang, beberapa waktu lalu. Tribun Medan/Mustaqim

Medan, hetanews.com - Bupati nonaktif Batubara, OK Arya Zulkarnain (62) yang terjerat Operasi Tangkap Tangan (OTT) mulai diadili di Pengadilan Tipikor Medan, Senin (5/2/2018).

Ia didakwa menerima suap dari sejumlah kontraktor proyek infrastruktur, di kabupaten itu. Arya tidak diadili bersama Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Helman Herdady.

Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari KPK, Ariawan Agustitiarsono menyatakan, OK Arya Zulkarnain dan Helman Herdady, turut serta melakukan beberapa perbuatan kejahatan, yaitu menerima hadiah atau janji untuk melakukan sesuatu dalam jabatannya yang bertentangan dengan kewajibannya.

Baca Juga: Dicecar Pertanyaan oleh Hakim, OK Arya Akhirnya Mengaku Terima Uang Suap

Dalam dakwaan yang dibacakan di hadapan majelis hakim yang diketuai Wahyu Prasetyo Wibowo, JPU mengatakan, Arya dan Helman telah melakukan perbuatan sebagaimana telah diatur dan diancam dengan Pasal 12 Huruf a dan Pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi, sebagaimana telah diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP jo Pasal 65 ayat (1) KUHP.

"Ancamannya minimal 4 tahun penjara dan maksimal 20 tahun penjara," katanya.

Dalam perkara ini, OK Arya, Helman Hendardi dan Sujendi Tarsono alias Ayen, telah menerima suap dari sejumlah penyedia barang dan jasa pada Pemkab Batubara.

Arya dinyatakan menerima Rp 8,055 miliar dari lima kontraktor, yakni Maringan Situmorang, Mangapul Butar-Butar alias Apul alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar.

Uang suap itu dikumpulkan Maringan, lalu diserahkan melalui Sujendi Tarsono alias Ayen dan Helman Hendardi.  

"Terdakwa Helman Hendardi juga menerima uang Rp 80 juta dari Syaiful Azhar," ujarnya.

Pemberian uang berlangsung di sejumlah lokasi, seperti di Jalan Sungai, Deli Gang Sawo, showroom "Ada Jadi Mobil", Jalan Gatot Soebroto, Medan, Tre Mon Caf Lippo Mall, Jalan Diponegoro, Medan, dan Jalan Air Bersih Ujing, Blok 70, Medan.

Kedua terdakwa, mengetahui bahwa pemberian uang itu agar mereka, baik secara langsung maupun tidak langsung melakukan intervensi guna memenangkan Maringan Situmorang, Mangapul Butar Butar alias Apul alias Abun, Parlindungan Hutagalung alias Parlin dan Syaiful Azhar dalam proses pengadaan barang/jasa pada Dinas PUPR Kabupaten Batubara tahun 2016-2017.

Dalam perkara ini, JPU KPK, pada Kamis, 25 Januari 2018, telah menuntut Maringan Situmorang dengan hukuman masing-masing 3 tahun penjara dan denda Rp 100 juta subsider 6 bulan kurungan.

Penulis: ardiansyah. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan