HETANEWS

Salah Satu Anggota PWI Sebut Wartawan Maling, Ini Kata Ketua PWI Siantar

Suasana pertemuan para pekerja media dengan Ketua PWI Siantar, Sunardinsyah, di kantor PWI Siantar, jalan Kartini Bawah, kecamatan Siantar Barat, Minggu (4/2/2018) sore. (foto/tom)

Siantar, hetanews.com -  Aksi pemukulan yang dilakukan personil Satuan Sabhara Polres Siantar, Aiptu A Saragih terhadap Hamzah, salah satu jurnalis media online, dikecam.

Apalagi, salah satu Wakil Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Siantar, Mulia Siregar, membuat komentar dengan menyebutkan, wartawan online yang menjadi korban penganiayaan tersebut terkesan sebagai pencuri.

Alhasil, sejumlah pimpinan media online mendatangi kantor PWI Siantar, di Jalan Kartini Bawah, Kecamatan Siantar Barat, Minggu (4/2/2018) sore.

Kedatangan tersebut untuk meminta penjelasan terkait komentar Mulia yang seakan-akan menyebutkan jika Hamzah sebagai pencuri.

"Siapa yang bilang Hamzah mencuri? Polisi yang bersangkutan saja tidak ada menyebutkan dia mencuri. Jadi siapa yang ngomong itu? Itulah, mengapa kita datang kemari (PWI,red)," tanya Mahadi Sitanggang, selaku Pimpinan Redaksi SBNPro.com tempat Hamzah bekerja 

Kepada penggiat yang hadir, Ketua PWI Siantar, Sunardinsyah, menghubungi Mulia melalui dari sambungan telepon. Tujuannya untuk mempertanyakan dasar dari komentar tersebut.

Sayangnya, Mulia tak bisa hadir karena masih berada di luar kota. "Kebetulan dia masih di Tebing,"ungkapnya.

Hanya saja, ditegaskan Sunardinsyah, PWI Siantat mengecam tindakan oknum polisi tersebut.

Para pekerja dan pimpinan media online saat foto bersama dengan Ketua PWI Siantar, Sunardinsyah, di kantor PWI Siantar, Jalan Kartini Bawah, kecamatan Siantar Barat, Minggu (4/2/2018) sore. (foto/tom)

Tak selang berapa lama, Mahadin Sitanggang, sempat berbicara dengan Mulia. Terdengar jika Mahadin, mempertanyakan maksud dari komentarnya tersebut dan tupoksi dirinya memberikan komentar tersebut.

Kata Mulya, sesuai pengakuan Mahadin Sitanggang, komentar diberikan karena ia sebagai pengurus PWI. Hanya saja, siapa yang menyebutkan Hamzah sebagai maling, Mulia tak menjawab dan mematikan seluler.

Ditimpali Gunawan Purba, selaku Pimpinan Umum (PU) SBNPro.com memastikan jika Hamsyah saat terjadi peristiwa tersebut sedang melakukan tugas liputan.

Dalam hal ini, Gunawan Purba menegaskan, jika aksi polisi 'preman' harus dibersihkan dari tubuh Polri.

Sehingga kedepan, tidak ada lagi oknum polisi 'preman' yang dapat mengancam pelaksanaan tugas jurnalistik saat melakukan peliputan.

Adapun inti pembicaraan, Sunardinsyah, menyarankan agar pihak SBNPro.com, membuat surat keberatan terkait komentar Mulya yang membawakan nama PWI.

"Nanti setelah ada surat keberatan, barulah diteruskan ke dewan pers,"sebut Sunardinsyah dan diapresiasi oleh penggiat media yang hadir.

Untuk langkah - langkah selanjutnya, disepakati akan dilakukan pertemuan kembali. Dan dalam waktu dekat, para insan pers akan menemui Kapolres Siantar, guna meminta penjelasan terkait persoalan ini.

Sebagai tambahan, sebelum menyambangi kantor PWI, beberapa rekan media lebih dulu berkumpul.

Menyikapi hal ini, sekaligus mencegah hal  serupa terjadi, maka disepakati akan dibentuk suatu forum yang bertujuan sebagai wadah saling bertukar, sekaligus mencegah akan adanya 'Hamzah-Hamzah' lain dikemudian hari.

Penulis: tom. Editor: gun.