Sun 20 May 2018

Ini Alasan Ibu Kandung Biarkan Anaknya Disiksa

Penganiayaan (Ilustrasi)

Jakarta, hetanews.com - Ibu kandung dari korban B yang videonya viral di media sosial, yang juga sebagai pelaku penyiksaan, ternyata sudah bercerai dengan suaminya sejak korban B masih berusia tiga bulan. Bahkan, ia menitipkan anaknya itu pada ibunya tanpa pernah memberikan nafkah.

anit 5 Cyber Crime Ditreskrimsus Polda Metro Jaya Kompol James Hutajulu menyebutkan, pelaku berinisial SP itu, memang sejak kelahiran anaknya sudah menjadi single parent. Kemudian, suaminya juga diduga tidak pernah berikan nafkah.

"Ini yang masih kita dalami. Apakah suaminya menafkahi anaknya atau tidak. Kalau ibunya ini memang, sejauh ini, dari informasi yang kita peroleh tidak pernah menafkahi anaknya. Sehingga dirawat oleh neneknya," ujar James saat ditemui usai rilis di Mapolda Metro Jaya, Ahad (4/2).

Hingga kini, kepolisian membantu berikan trauma healing dengan berkoordinasi pada Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kuningan. Kepolisian ingin mengembalikan korban dalam kondisi seperti semula, karena saat ini, korban mengalami trauma.

Pelaku penyiksaan yakni LS, hingga kini mengatakan alasan ia melakukan penyiksaan adalah karena korban bukan anaknya. Sementara alasan SP menelantarkan korban, dan alasan MR mau menculik korban, masih didalami motifnya.

Selain itu, terkait alasan LS mau mengasuh korban juga masih didalami oleh pihak kepolisian. Apakah ada unsur jual beli anak, atau memang sengaja ditelantarkan oleh ibunya.

"Ini masih kita gali (LS terima imbalan uang dari SP). Masalah uang ini, belum terucap. Belum ada keterangan dari tersangka. Kalau indikasi bisa jadi, tapi kan perlu pembuktian berkaitan dengan hal tersebut," ujar James.

Sebelumnya diberitakan, video viral beredar seorang anak bertubuh lebam di sekujur tubuh, direkam oleh beberapa orang. Kemudian, ada yang melaporkan video viral tersebut ke Ditreskrimsus Polda Metro Jaya, berdasarkan Laporan Polisi nomor: LP/72/I/2018/PMJ/Dit Reskrimsus tertanggal 22 Januari 2018.

 

 

sumber : republika.co.id

Penulis: -. Editor: Sella.
Komentar 1
  • dudi durjana
    Penganiayaan kembali lagi terjadi, bahkan kali ini kejadian tersebut menimpa seorang anak yang masih bocah. Kepolisian Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya meringkus pelaku penganiayaan terhadap seorang bocah laki-laki berinisial B (8).

    Setelah ditunjukkan oleh video yang menunjukkan adanya tanda-tanda kekerasan yang dilakukan oleh pelaku, dan itu terlihat dari sekujur tubuh bocah, yang kini video terebut beredar luas di media social. Alhasil kasus tersebut dapat diungkap oleh Kepolisian Subdit Cyber Crime Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Metro Jaya. Pihak Kepolisian pun meringkus ketiga pelaku di masing-masing lokasi berbeda.

    Video tersebut menunjukkan seorang bocah berinisial B yang tengah Diinterogasi oleh gurunya karena mengalami luka lebam di mata bawahnya. Ada luka lebam dimata, lalu luka-luka di sekujur tubuh, yang kemudian juga bekas siraman air panas di tangannya.

    Saya apresiasi pakpol karena dengan adanya kasus ini langsung bertindak cepat dan berkoordinasi dengan Komisi Perlindungan Anak Indonesia guna memberikan trauma healing kepada korban. Diharapkan kepada masyarakat agar serius pada masalah pengasuhan, meningkatnya konflik rumah tangga yang berujung pada percerainan dan perebutan kuasa asauh memiliki pengaruh terhadap buruk terhadap anak. Anak biasanya menjadi korban, baik rebutan kuasa asuh, penelantaran, hingga kekerasan.