Siantar, hetanews.com - Persaingan ketat antar 2 Bakal Calon (Balon) Gubernur Sumatera Utara, atau yang lebih dikenal dengan istilah 'Head to Head' diprediksi bakal terjadi di wilayah Pantai Barat Sumatera Utara.

Mereka adalah pasangan Jopinus Ramli Saragih-Ance Selian dan Djarot Syarif Hidayat-Sihar Sitorus.

Hal ini disampaikan pemerhati politik asal kota Sapangambei Manoktok Hitei, Kadim Damanik, saat dihubungi hetanews.com, Sabtu (3/2/2018).

Menurutnya, popularitas Jopinus Ramli Saragih dinilai masih sangat memiliki pengaruh besar terhadap warga yang bermukim di Pantai Barat Sumut, termasuk Siantar-Simalungun.

Sambungnya, hadirnya Djarot-Sihar sebagai salah satu peserta di kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumut, sewaktu-waktu dapat memberikan kejutan-kejutan baru.

"Saya pikir 2 pasangan ini (JR Saragih-Ance Selian dan Djarot-Sihar) dari awal sebelum pendaftaran sudah banyak memberikan teka teki. Pecinta Semangat Baru Sumut hampir saja kecewa karena JR Saragih tak kunjung dapat partai lain, dan ternyata akhirnya jadi juga mendaftar. Begitupun dengan Djarot yang tiba-tiba dihadirkan dari Jakarta, yang sebelumnya tidak pernah terpikirkan," paparnya.

Ia menambahkan, konstelasi politik jelang penetapan bakal calon oleh Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut, diharapkan tetap mencitrakan politik sehat dan menghindari kampanye hitam.

"Belum saja penetapan calon, spanduk salah satu bakal calon sudah menyebar, ini perlu diawasi oleh pihak yang berwenang. Politik sehat dan menghindari kampanye hitam, perlu ditekankan, guna menghindari konflik ditengah masyarakat," imbuhnya.

Menanggapi adanya prediksi head to head tersebut, salah satu relawan Semangat Baru Sumut, Mahmud Hasibuan mengaku akan bekerja secara maksimal, demi mempertahankan popularitas JR Saragih di Kabupatrn Simalungun.

"Saya sebagai tim relawan, siap bekerja keras untuk JR Saragih-Ance Selian, kapan lagi kita punya gubernur dari tanah Habonaron Do Bona. Biarpun itu lawannya dari Jakarta, JR Saragih yang lebih paten," tandas pria 50 tahun ini saat dihubungi via telepon seluler.

Sementara itu, simpatisan Sumut Djoss, bermarga Bangun berujar, kinerja Djarot sebagai mantan Gubernur DKI dapat jadi andalan para simpatisan.

"Djarot tetap di hati, kalau memang head to head, mungkin Djarot masih unggul," katanya.