Simalungun, hetanews.com - Gedung Pengadilan Negeri (PN) Simalungun tidak aman dari aksi pencurian.

Meskipun gedung penegak keadilan itu dihuni oleh para pekerja yang ngerti hukum, tetap saja ada aksi pencurian. Terungkap, 1 unit handphone (HP) raib dari ruangan Posko Bantuan Hukum (Posbakum), Rabu (31/1/2018) lalu, sekira pukul 11.30 WIB.

HP tersebut adalah milik salah satu advokad yang bertugas di Posbakum.

Saat itu, HP merk Vivo (android) dan satu lagi Samsung miliknya, ia letakkan di atas meja. Pada saat mobil tahanan masuk, pengacara muda ini pun keluar untuk menemui salah seorang terdakwa.

Di ruang Posbakum itu, ada dua orang oknum keamanan dalam (Kamdal) PN Simalungun, satu orang oknum Kamdal Kejaksaan Negeri Simalungun, satu orang oknum Panitera Muda dan satu lagi oknum Staf Panitera yang sedang bercengkrama.

"Aku keluar mau jumpai terdakwa. Dua puluh menit kemudian, aku balik ke kantor (Posbakum) untuk ngambil HP Samsung ku, mau menelepon seseorang. Habis itu, aku keluar lagi, HP satu lagi masih disitu," kata advokad yang enggan namanya dicantumkan, Sabtu (3/2/2018).

Sebanyak 2 kali keluar masuk ruangan Posbakum itu, akhirnya pengacara ini menyadari jika HP androidnya raib, setelah ia balik dari konsultasi dengan kliennya, di salah satu kantin.

"Setelah aku konsultasi dengan klien di kantin, balik ke ruang posbakum mau ngambil HP. Tau - taunya sudah hilang," ungkapnya seraya mengatakan, jika alat komunikask itu masih baru dibelinya seminggu yang lalu.

Hanya berselang 20 menit setelah itu, telepon genggam pengacara ini pun raib. Melihat kejadian itu, dirinya merasa kesal terhadap aksi pencurian di PN Simalungun itu.

"Enggak nyangka aja, kalau di tempat seperti ini pun (PN Simalungun) hape bisa hilang. Ngeri bah. Enggak aman lagi Pengadilan ini. Silap dikit hilang," katanya.

Ia mengaku, tidak memberitahu kejadian tersebut ke pihak PN Simalungun. Kendati dirinya menjadi korban pencurian, ia pun menyarankan kepada pengunjung maupun orang yang berkepentingan menyambangi lembaga tersebut supaya hati-hati dari tindak pidana pencurian.

"Hati-hatilah kalau ke sana. Enggak terjamin keamanannya," imbuhnya.