Supervisor RSVI Diperiksa Unit PPA, Mantan Perawat: HT Memang Genit Sama Perempuan

Korban LIS saat memenuhi pemeriksaan di Polres Siantar belum lama ini.

Siantar, hetanews.com - Setelah melakukan pemeriksaan terhadap 7 orang saksi, Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (UPPA) Polres Siantar juga memanggil terlapor HT (48), salah satu Supervisor Rumah Sakit Vita Insani (RSVI), Kamis (1/2/2018) lalu.

Hal ini langsung disampaikan Kanit UPPA Polres Siantar, Ipda Herli Damanik dengan mengatakan, kalau terlapor (HT) sudah dilakukan pemeriksaan dengan didampingi kuasa hukumnya.

"Sudah kita panggil dan dilakukan pemeriksaan terhadap terlapor didampingi kuasa hukumnya pada hari Kamis semalam, 1 Februari 2018 dan mereka datang pada sore hari," kata Ipda Herly saat berada di Polres Siantar, Jumat (2/2/2018).

Herly juga menerangkan, bahwa belum ada yang ditetapkan jadi tersangka dan untuk saat ini hanya melakukan pemerikaaan terhadap saksi - saksi.

"Kita belum menetapkan tersangka, hanya saja sudah melakukan pemeriksaan terhadap saksi-saksi. Bagaimanalah, saksi tidak ada yang langsung melihat dan juga tidak ada yang mendengar teriakan korban LIS," ucap Herly Damanik.

Di tempat yang sama, seorang wanita yang juga mantan perawat RSVI, berinisial SVVP (30), menjadi saksi atas laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan HT.

Dengan didampingi kuasa hukum korban, Reni Sihotang menyampaikan, jika saksi SVVP, pernah menyaksikan HT, oknum Supervisor RSVI memeluk  LIS dari belakang seraya mengelus-ngelus bagian punggungya.

Tidak itu saja, sambung Reni Sihotang, oknum Supervisor itu juga pernah menarik tangan korbannya (LIS) ke ruang Pos Perawat dengan secara paksa. Namun, korban melakukan perlawanan dengan meronta tapi tidak berteriak lantaran merasa malu.

"Saksi melihat langsung kalau korban pernah dipeluk dari belakang, ditarik tangannya ke ruang Pos Perawat paling ujung. Kata saksi, korban tidak berteriak lantaran merasa malu dilihat orang," ungkap Reni.

SVVP juga membeberkan, jika HT kerap melakukan perbuatan pelecehan kepada para perawat. Ia mencontohkan, HT sering kali menjamah atau meraba-raba punggung ataupun mengelus-elus paha perawat wanita dengan cara sengaja atau dengan paksa.

Parahnya lagi, sambungnya, HT pernah masuk keruang  ganti pakaian perawat tanpa menggedor pintu terlebih dahulu. 

Perbuatan yang dilakukan HT sudah menjadi rahasia umum di RSVI. Tidak tanggung-tanggung, untuk menyalurkan nafsu birahinya, oknum Supervisor ini sering melakukan pengincaran kepada korbannya, dengan melacak jadwal/ship perawat yang ingin diincarnya.

"Si (HT) memang genit sama perempuan. Kalau ada yang mau diincarnya, ditanya dulu sama perawat lain, jam berapa shipnya (perawat,red) yang mau dikerjainnya. Kalau dia sudah tau, disitu dia mulai melakukan aksinya," katanya.

Penulis: Res. Editor: gun.
Komentar 1
  • Sarbudin Panjaitan
    Yth. Redaktur Hetanews.com
    Di tempat
    perihal : Hak Jawab

    Sehubungan dgn pemberitaan media Hetanews.com, terhadap klien kami HT pekerja, jabatan supervisor di Rumah Sakit V.I pematangsianta, atas laporan Lis ke polres pem.siantar, tuduhan melakukan Cabul dlm pasal 289 KUHPid., Dlm pemberitaan tsb menuduh klien kami HT melakukan cabul..DENGAN INI KAMI NYATAKAN TUDUHAN ITU TIDAK BENAR..
    Perlu kami sampaikan jg, beberapa pemberitaan Hetanews yg dipublikasi tentang tuduhan cabul trhdap klien kami tanpa ada konfirmasi dgn klien kami HT atau kuasa hukumnya, sehingga pemberitaan tsb menjadi tdk berimbang..
    Tuduhan kasus cabul yg tdk didukung alat bukti yg kuat ini sangat-sangat memalukan bg klien kami terutama bagi anak-anak dan keluarganya, dan ditengah tengah tempat tinggalnya, seolah-olah klien kami seorang pencabul terhadap Lis dan yg lainnya, pada hal tuduhan itu fitnah belaka..

    Dan melalui media ini juga kami sampaikan kpd penyidik polres pem.siantar agar cermat dan teliti mrnyidik laporan Lis tsb..Bila tdk cukup bukti segera perkaranya dihentikan, sehingga ada kepastian hukum bg klien kami, dan utk bahan bagi kami dlm melakukan langkah hukum atas laporan dimaksud.

    Menurut hemat kami, bila di lht dari asek hukum pidana yaitu sangkaan Pasal 289 KUHPid..tdk memenuhi unsur, dmn unsur subjektif pasal tsb..yaitu melakukan cabul dgn kekerasan atau ancaman kekerasan.
    Krn pengertian Cabul : pebuatan yg sifatnya melnggar kesusilaan, sperti : cium-ciuman di dpn umum, meremas buah dada dan kemaluan di dpn umum atau bagian tubuh sensitif yg dpt mngundang nafsu birahi...

    Dengan kekerasan :

    Kekerasan mnurut Pasal 89 KUHPid yaitu perbuatan membuat org pingsan atau tdk berdaya..

    perbuatan cabul dlm ketentuan pasal itu hrs dilakukan dgn kekerasan.atau ancaman kekerasan, misalnya : memukul, mrnendang, memeluk sekuat tenaga agar perbuatan.cabul itu dpt dilakukan.
    Namun sampai sejauh ini alat bukti utk mrnguatkan laporan tuduhan cabul tsb blm ada...
    Demikian untuk maklum

    Pem.siantar, 02 Pebruari 2018
    Hermantono Tambunan
    Kuasa hukumnya

    Dr. Sarbudin Panjaitan, S.H, M.H.
    Kantor Advokat Dr. Sarbudin Panjaitan, S.H., M.H & Rekan
    Jln merdeka No. 112 Pematangsiantar, Sumut