HETANEWS.COM

Rekonstruksi Tewasnya Rosdelina boru Haloho, Jasalmon Simarmata Peragakan 19 Adegan

Tersangka memperagakan cara membacok korban dari arah belakang. (foto/zai)

Simalungun, hetanews.com -  Kapolsek Purba, AKP RA Turnip pemimpin jalannya rekonstruksi kasus tindak pidana pembunuhan yang dialami korban Rosdelina boru Haloho.

Sebanyak 19 adegan yang diperagakan langsung oleh tersangka Jasalmon Simarmata, Jumat (2/2/2018), sekira pukul 09.45 WIB, di Mapolres Simalungun.

Peran saksi-saksi langsung diperankan para saksi seperti, saksi Hotben Purba, Novelly boru Tamba, Horasmi boru Napitu, Tiolina boru Manurung alias Mak Legina, Gernalia Tiner boru Pasaribu alias Mak Enjel, Wati boru Pasaribu alias Mak Nier dan Fatmawati.

Sedangkan peran korban Rosdelina diperankan Desi (PHL Polsek Purba).

Selama pelaksanaan rekonstruksi, tersangka Jasalmon, para saksi-saksi dan korban melakukan tahapan-tahapan adegan sesuai dengan peran masing-masing.

Dan pada sekitar pukul 10.45 WIB, pelaksanaan rekonstruksi berakhir dengan situasi aman terkendali.

Baca Juga: Polsek Purba Bekuk Pembunuh Rosdelina boru Sihaloho yang Tak Lain Suaminya

Seperti diketahui kasus suami bunuh istri ini terjadi pada hari Minggu, 7 Januari 2018 lalu di kediaman mereka, di Nagori Pamatang Purba, Kecamatan Purba, Kabupaten Simalungun.

Adapun ke 19 adegan yang diperagakan tersebut, sebagai berikut:

Adegan 1

Pada hari Minggu, tanggal 7 Januari 2018, sekira pukul 17.00 WIB,  tersangka Jasalmon Simarmata dan korban Roadelina boru Haloho, pulang kerumah milik tersangka yang berada di Nagori  Pematang Purba, Kecamatan  Purba, Kabupaten Simalungun dengan diantar oleh saksi  Edy Sipayung menggunakan sepeda motor milik saksi (berboncengan tiga). 

Adegan 2

Sekira pukul 17.10 WIB,  tersangka dan korban tiba didepan rumah milik tersangka dan selanjutnya tersangka dan korban masuk kedalam rumah. 

Adegan 3

Setelah masuk kedalam rumah,  tersangka dan korban duduk dilantai ruang tamu dengan posisi korban berada disamping sebelah kanan tersangka. 

Adegan 4

Pada saat  tersangka dan korban duduk dilantai ruang tamu, tersangka dan korban bertengkar mulut dengan diawali tersangka bertanya kepada korban,  "Kenapa kamu tidak memberitahu samaku kalau kamu pergi kerumah boru Nainggolan. Dan kuhubungi kamu melalui handphone milik Sipayung (Saksi Edy Sipayung ) selalu tidak kau angkat”  Lalu korban menjawab, "begitu aja apa salah!!!". Dan setelah itu, tersangka mengatakan kepada korban, "Kalau kamu mau pergi, permisi sama saya”. Kemudian korban menjawab, "Pala permisi begitu saja".

Selanjutnya, tersangka mengatakan kepada korban, "Untuk apa kita hidup berumah tangga kalau tidak saling menghargai". Lalu korban menjawab *: "Sudahlah... Sudahlah" ( sambil korban mengoceh - ngoceh).  Dan setelah itu,  tersangka mengatakan kepada korban , "Kalau aku berbuat begitu, bagaimana perasaanmu". Lalu korban menjawab, "Ya sudahlah, keluar aja kita,  bosan ngomong sama kamu".

Adegan 5

Karena emosi dengan jawaban jawaban korban,  selanjutnya tersangka mengambil parang dari dapur rumahnya dan kembali menemui korban yang masih diruang tamu dengan maksud tersangka hendak menakut - nakuti korban. Lalu tersangka duduk disamping sebelah kiri korban, sambil meletakkan parang disamping sebelah kanannya. 

Adegan 6

Setelah parang diletakkan disamping sebelah kanan tersangka,  selanjutnya tersangka kembali bertanya kepada korban, "Aturannya kamu yang minta maaf  sama saya,  ini malah kamu yang ngoceh - ngoceh terus". Lalu korban menjawab, "Sudahlah" (sambil korban hendak beranjak meninggalkan tersangka).

Adegan 7

Pada saat Korban hendak beranjak meninggalkan tersangka, selanjutnya tersangka emosi dan akhirnya dari arah samping sebelah kiri korban, tersangka langsung membacok bagian kepala belakang korban sebanyak satu kali. Yang mengakibatkan kepala belakang korban mengalami luka dan mengeluarkan banyak darah. Selanjutnya  korban berputar menghadap kearah tersangka. 

Tersangka hendak membacok korban dari depan, namun parang sempat ditahan korban. (foto/zai)

Adegan 8

Pada saat korban berputar menghadap kearah tersangka, selanjutnya tersangka kembali membacok wajah korban dengan menggunakan parang, namun ditangkis oleh korban dengan kedua tangan korban. Selanjutnya terjadi tarik menarik parang antara tersangka dan korban.

Dan akhirnya parang berhasil dikuasai oleh tersangka dan dengan bersamaan, korban terjungkal kebelakang dengan posisi terlentang. 

Adegan 9

Setelah korban tergeletak dengan posisi terlentang,  selanjutnya tersangka dengan posisi berdiri membacoki wajah dan kepala korban secara berulang kali dengan menggunakan parang dan pada saat bersamaan, korban menjerit mengatakan, "Tolong... Tolong".  Selanjutnya tersangka kembali membacok wajah korban sebanyak satu kali dan bersamaan dengan itu, tersangka mendengar pintu depan rumah miliknya digedor - gedor. Saksi Hotben Purba menggedor - gedor pintu depan rumah milik tersangka. 

Adegan 10

Setelah mendengar suara pintu, saksi Hotben Purba kembali menggedor. Selanjutnya tersangka melarikan diri melalui puntu belakang rumah dan bersamaan dengan itu, tersangka menjatuhkan parang dilantai dapur. 

Adegan 11

Saksi  Hotben Purba menggedor - gedor pintu depan rumah milik tersangka, namun pintu rumah milik tersangka tidak terbuka dan pada saat itu,  saksi - saksi Novelly boru Tamba, Horasmi boru Napitu dan Fatmawati melintas dari depan rumah tersangka dengan maksud hendak melayat kerumah marga Malah. Lalu saksi Hotben Purba langsung memanggil para saksi tersebut untuk mendengar dan melihat apa yang terjadi didalam rumah milik tersangka dan selanjutnya para saksi mendengar ada suara meminta tolong. Kemudian saksi Novelly boru Tamba, Horasmi  Nakuti dan Fatmawati menyuruh saksi Hotben Purba untuk menggedor pintu depan milik tersangka. 

Adegan 12

Saksi Hotben Purba kembali mengedor - gedor pintu depan milik tersangka, namun pintu rumah tidak terbuka. 

Adegan 13

Dikarenakan pintu rumah milik tersangka tidak terbuka,  selanjutnya saksi Novelly, Horasmi  dan Fatmawati berangkat ketempat kemalangan marga Malah dan memberitahukan kepada saksi  Tiolina boru Manurung alias Mak Legina tentang kejadian yang terjadi didalam rumah milik tersangka dan tidak lama berselang, saksi Hotben Purba juga menyusul ketempatan kemalangan. 

Adegan 14

Saksi Tiolina boru Manurung alias Mak Legina berangkat seorang diri menuju rumah milik tersangka dan sesampainya didepan rumah tersangka, saksi melihat suasana rumah sepi dan pada saat itu saksi menggedor - gedor kaca nako rumah sambil mengatakan, "Eda... Eeda" (namun tidak ada jawaban) .

Adegan 15

Saksi Tiolina alias Mak Legina mendekatkan wajahnya ke kaca nako rumah tersangka untuk melihat kedalaman rumah dan saksi melihat  orang tergeletak dilantai ruang tamu sambil mengeluarkan suara "Oughh.. Oughh".

Adegan 16

Saksi Tiolina membuka pintu depan rumah tersangka dengan cara memutar gagang pintu yang sudah terputus dan pada saat gagang pintu diputar,  pintu rumah terbuka dan saksi melihat korban tergeletak dilantai ruang tamu dalam keadaan berlumuran darah. Dan karena saksi ketakutan, selanjutnya saksi langsung pergi ke rumah saksi Gernalia Tiner boru Pasaribu alias Mak Enjel. Dan memberitahukan kejadian tersebut kepada saksi Gernalia dan saksi Wati boru Silalahi alias Mak Nier. 

Adegan 17

Saksi Gernalia dan saksi Wati mendatangi rumah tersangka dan pada saat berada di pintu depan rumah, saksi Wati melihat korban tergeletak dilantai ruang tamu dalam keadaan berlumuran darah dan selanjutnya saksi Wati menjerit – jerit, mulai dari depan rumah tersangka sampai ke rumah saksi Gernalia Tiner br Pasaribu alias Mak Enjel.

Adegan 18

Warga berdatangan ke rumah tersangka karena mendengar suara saksi Wati yang menjerit – jerit.

Adegan 19

Pihak Kepolisian dari Polsek Purba mendapat informasi dari warga tentang terjadinya kasus tindak pidana pembunuhan didalam rumah milik tersangka dan sesampainya di TKP, pihak  Polsek Purba melihat korban dalam keadaan terlentang dan sudah tidak bernyawa.  Selanjutnya korban dibawa ke Rumah Sakit dr Djasamen Saragih untuk dilakukan otopsi. 

Turut hadir mengikuti jalannya proses rekonstruksi, Metalina Nasution dari  JPU Kejari Simalungun,  Iptu Masrianto,  KBO Reskrim Polres Simalungun, dan Ipda S Simbolon, Kanit IV Sat Intelkam Polres Simalungun.

Penulis: zai. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan