Siantar, hetanews.com - Seorang mantan perawat Rumah Sakit Vita Insani (RSVI), berinisial SVVP (30), menjadi saksi atas laporan dugaan pelecehan seksual yang dilakukan oknum Supervisor HT (48) kepada LIS (31), di ruang Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Siantar, Jumat (2/2/2018).

Setelah 7 orang saksi diperiksa oleh penyidik, kali ini SVVP, memberikan kesaksian atas laporan pelecehan seksual yang dilaporkan korban LIS.

Didampingi oleh kuasa hukum korban, Reni Sihotang menyampaikan, jika saksi SVVP pernah menyaksikan HT memeluk  LIS dari belakang seraya mengelus-ngelus bagian punggungnya.

Tidak itu saja, sambung Reni Sihotang, oknum Supervisor  itu juga pernah menarik tangan korbannya (LIS) ke ruang Pos Perawat dengan secara paksa. Namun, korban melakukan perlawanan dengan meronta, tapi tidak berteriak lantaran merasa malu.

"Saksi melihat langsung kalau korban pernah dipeluk dari belakang, ditarik tanganya ke ruang Pos Perawat paling ujung. Kata saksi, korban tidak berteriak lantaran merasa malu dilihat orang," ungkap Reni Sihotang, Jumat (2/2/2018) siang.

Baca Juga: PPA Polres Siantar Periksa 7 Orang Terkait Kasus Pelecehan Seksual di RSVI

SVVP juga membeberkan, jika oknum Supervisor itu kerap melakukan perbuatan pelecehan kepada para perawat. Ia mencontohkan, HT sering kali menjamah atau meraba-raba punggung ataupun mengelus-elus paha perawat wanita dengan cara sengaja atau dengan paksa. Parahnya lagi, sambungnya, HT, pernah masuk keruang  ganti pakaian perawat tanpa menggedor pintu terlebih dahulu. 

Perbuatan yang dilakukan HT sudah menjadi rahasia umum di RSVI. Tidak tanggung-tanggung, untuk menyalurkan nafsu birahinya, oknum Supervisor ini sering melakukan pengincaran kepada korbannya, dengan melacak jadwal/ship perawat yang ingin diincarnya.

"Si (HT) memang genit sama perempuan. Kalau ada yang mau diincarnya, ditanya dulu sama perawat lain jam berapa shipnya (perawat,red) yang mau dikerjainnya. Kalau dia sudah tau, disitu mulai melakukan aksinya," katanya.

Informasi yang dihimpun, kemarin, terlapor HT diperiksa untuk memberikan keterangan oleh Penyidik. Oknun Supervisor ini datang didampingi oleh kuasa hukumnya, Sarbudin Panjaitan. Terlapor diperiksa di ruang Unit PPA Polres Siantar, sekira pukul 15.00 WIB.

Sampai saat ini, kasus dugaan pelecehan seksual yang dialami LIS, masih belum menemukan tititk terang. LIS resmi melaporkan kejadian yang menimpanya pada 6 Januari 2018 dan memustakan resign dari tempat kerjanya.

Sementara itu, setelah kasus ini muncul kepermukaan, pihak RSVI, membebas tugaskan oknum Suvervisor tersebut dengan alasan ada peraturan rumah sakit yang telah dilanggar.