HETANEWS

Buat Senjata Rakitan Ngaku Halau Monyet, Warga Asahan Berurusan dengan Polsek

Achmad Bakri Siregar saat diamankan beserta barang bukti senjata rakitannya. (foto/heru)

Asahan, hetanews.com - Achmad Bakri Siregar, pemuda berusia 35 tahun, warga Dusun IV Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam, Kabupate Asahan, diamankan tim Polsek Simpang Empat lantaran pandai membuat senjata rakitan 

Diketahui, pemuda ini awalnya memiliki usaha  bengkel sepeda motor. Namun usahanya itu tidak berjalan dengan baik, sehingga Achmad mencoba merakit senjata api (senpi) tersebut. 

Kepandaiaannya ini, membuat dirinya berurusan dengan pihak Polsek Simpang Empat dan diamankan untuk dilakukan penyidikan. 

Kapolres Asahan, AKBP Kobul Syahrin Ritonga, Kamis (1/2/2018),  membenarkan ada mengamankan pemuda bernama Achmad Bakri, dan  turut diamankan senjata rakitan berjumlah 5 pucuk. 

"Saat ini Achmad diamankan untuk dilakukan  penyidikan terkait pembuataan senjata rakitan  yang kita terima dari warga sekitar, sehingga ditindak lanjuti untuk diambil langkah pengamanan terhadap pelaku,"'kata Kapolres. 

Hal yang sama juga disampaikan Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Arif, bahwasannya Achmad masih tahap pemeriksaan. Di mana rekapitulasi data masih lidik karena hasil wawancara dan intrograsi Achmad ada menjual belikan senjata rakitan kepada orang lain. 

Kediaman Achmad dan bengkelnya tempat merakit senjata, di Dusun IV Desa Pulau Maria, Kecamatan Teluk Dalam terlihat sepi. (foto/heru)
 

"Kita masih mencari data lengkap karena sempat menjual 10 senjata rakitan kepada orang lain, “ujar Arif 

Sementara itu, warga sekitar kediaman Achmad, bernama Ibu Ana mengatakan, bahwa senjata rakitan yang dibuat dari barang-barang bekas, seperti pipa plastik dan besi besi bekas yang kemudian difungsikan dengan cara memakai kelereng dan spritus untuk menghalau monyet. 

"Setahu kami, digunakan untuk menghalau monyet. Memang banyak monyet di tempat kami ini dan Achmad ini anak yang baik. Dia ini tinggal berdua saja dengan ibunya, “ujar Ana. 

Hal senada juga disampaikan Mayudi Saragi kepada hetanews.com, bahwa Achmad memang membuka perbaikan sepeda motor. 

"Dia pandai memperbaiki sepeda motor rusak dan di kampung kami ini, dia sering kami panggil untuk membolo-bolo (memperbaiki) seperti mesin daf air rusak, bahkan kerja bangunan pun dia mau. Memang senjata rakitan yang dia buat, dipercantik biar terlihat rapi, namun hanya untuk menghalo monyet. Ya, tidak sangka saja sampai seperti ini kejadiannya hingga adek ipar saya ditangkap,"'ujar Mayudi. 

Penulis: heru. Editor: gun.