Siantar, hetanews.com - Kontestasi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sumatera Utara (Sumut) kian menunjukkan persaingan ketat antara Bakal Calon (Balon) Gubernur dan Wakil Gubernur yang sudah mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Sumut awal bulan Januari lalu.

Sejumlah kelompok masyarakat tak pelak mulai hadir dan mengatasnamakan relawan ataupun forum pendukung salah satu pasangan balon Gubsu dan Wagubsu.

Bahkan pendukung setia pasangan balon mulai tampak menggunakan media sosial (medsos), untuk menarik sejumlah dukungan dari warganet.

Namun ada yang menarik perhatian, kala postingan salah satu pemilik akun facebook yang mengatasnamakan FORKOT (Forum Karo untuk Djarot), mengunggah foto Balon Gubsu, Djarot Syarif Hidayat-Sihar Sitorus berlatar belakang Gunung Sinabung yang meletus dengan caption 'Tuntaskan Masalah Sinabung'.

Hal ini sontak menjadi perbincangan hangat kalangan mahasiswa/i yang ditemui tim hetanews.com, Kamis (1/2/2018).

Menurut beberapa mahasiswa, hal tersebut dinilai kurang etis, mengingat korban bencana alam Sinabung tidak seharusnya dijadikan alat kampanye dan penarik simpati warga.

"Enggak etis juga lah kalau begitu bang, apalagi saudara-saudari kita di sana (Tanah Karo) sedang kesulitan karena erupsi Gunung Sinabung. Seharusnya, tindakan nyata yang diberikan, bukan seperti itu," ujar Hendro, mahasiswa jurusan Fakultas Hukum itu.

Sementara itu, salah seorang simpatisan Djarot-Sihar Sitorus yang enggan dicantumkan namanya mengatakan, mengenai hal itu dirinya berpendapat menyerahkan kepada masyarakat untuk menentukan sikap dalam memilih Cagubsu dan Wagubsu pada Juni mendatang.

"Biarlah masyarakat yang memilih, mungkin ini bagian dari gebrakan Djarot-Sihar untuk menuntaskan masalah penduduk di Tanah Karo yang terdampak erupsi," ujarnya.

Di lain pihak, E Tambunan, salah satu simpatisan Semangat Baru Sumut, berujar setiap orang berhak menentukan serta menuangkan kreatifitas untuk membantu pasangan yang diunggulkan, namun sebaiknya tetap berpolitik santun dan tidak mengambil kesempatan.

"Semua berhak berkreasi dan menunjukan kreatifitasnya dalam mendukung pasangan mereka, tapi tetaplah berpolitik santun dan jangan curi-curi kesempatan," imbuhnya dari seberang telepon.

Terpisah, Ketua Panitia Pengawas Pemilihan Umum (Panwaslih) Kota Siantar, Junita Lila, belum bersedia memberikan tanggapan karena sedang berada di luar kota.

"Saya lagi di Deliserdang, gimana kalau hari senin saja, langsung datang ke kantor ya," tulis Junita saat dari akun WhatsApps (WA) miliknya.