HETANEWS.COM

Kebijakan Pembangunan Ala JR Saragih, Prestasi yang Tuai Kritik dan Pujian

Bupati Simalungun, JR Saragih.

Simalungun, hetanews.com - Di 2 periode kepemimpinannya sebagai Bupati Simalungun, kebijakan Jopinus Ramli Saragih tidak jarang menuai pro dan kontra utamanya di bidang pembangunan infrastruktur.

Bupati yang akrab disapa JR Saragih ini, disebut-sebut hanya memfokuskan titik pembangunan infrastruktur di pusat pemerintahan Kabupaten Simalungun, yakni Pamatang Raya dan sekitarnya.

Namun di sisi lain, kebijakan JR Saragih menuai apresiasi dari berbagai kalangan, karena dianggap telah memprioritaskan pembangunan dari desa terpencil, seperti apa yang di instruksikan Presiden Joko Widodo.

Tidak dapat dipungkiri, berbagai perubahan telah nyata terjadi di Kabupaten Simalungun, semenjak daerah yang dikenal dengan semboyan Habonaron Do Bona ini di tangani oleh pria kelahiran Medan, 10 November 1968 ini.

Kendatipun demikian, warga yang bermukim di Nagori Karang Sari, Kecamatan Gunung Maligas, Kabupaten Simalungun, mengharapkan JR Saragih dapat merealisasikan pemerataan pembangunan demi terwujudnya tata pemerintahan yang baik, dan menghindari kecemburuan sosial.

"Memang harus kita akui, pak JR Saragih itu tokoh pembangunan yang udah berhasil membuat ibukota Kabupaten Simalungun ini menjadi baik di bidang pembangunan. Akan tetapi, kita masyarakat di wilayah Simalungun bagian bawah ini juga menanti pembangunan seperti di Raya sana," ujar seorang warga bernama Ikma Randika, saat dimintai tanggapan oleh hetanews.com, Rabu (31/1/2018).

Berbeda dengan warga Karang Sari, Ninang boru Saragih (21), seorang mahasiswi asal Pamatang Raya mengatakan, jika bukan JR Saragih yang menjadi Bupati Simalungun sejak tahun 2010 silam, kemungkinan besar Kecamatan Raya dan sekitarnya masih sama seperti dulu, dengan potret daerah yang terbilang nyaris hampir tidak tersentuh pembangunan.

"Dia (JR Saragih) sudah kami anggap bapak kami. Kalau bukan karena JR Saragih, apa jadinya Pamatang Raya ini, mungkin warga di Simalungun bawah sana mengkritik karena jalan rusak, apa bedanya dengan kami sejak dahulu mengalami jalan rusak. Bahkan baru terhitung 7 tahun ini nya kami warga di Raya benar-benar merasakan apa itu pembangunan," pungkas perempuan berambut pirang ini.

Sebelumnya, JR Saragih di berbagai kesempatan kerap mengutarakan, bahwa kebutuhan warga di Kabupaten Simalungun tidak hanya masalah pembangunan infrastruktur, melainkan penyediaan fasilitas kesehatan, pendidikan serta kebutuhan lainnya juga perlu dipenuhi.

Menurutnya, Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Kabupaten Simalungun hampir tidak seimbang dengan kebutuhan-kebutuhan yang harus dipenuhi setiap tahunnya.

Dirinya pun mengaku, harus bekerja lebih keras lagi dalam meningkatkan pendapatan daerah, ditengah tuntutan warga akan kebutuhan pembangunan.

"Pembangunan di Kabupaten Simalungun tidak hanya masalah jalan saja, saya menghimbau kepada masyarakat untuk jangan ada kecemburuan sosial, kami segenap jajaran Pemkab Simalungun akan bekerja keras mewujudkan pembangunan di Kabupaten Simalungun ini," papar JR Saragih.

Penulis: tim. Editor: aan.

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!

Masukkan alamat E-mail Anda di bawah ini untuk berlangganan artikel berita dari Heta News.

Jangan lupa untuk memeriksa kotak masuk E-mail Anda untuk mengkonfirmasi!