Wed 27 Mar 2019
Menyambut HUT Hetanews.com ke 5, kami membuka peluang terhadap jurnalis-jurnalis muda (usia 21-31) untuk bergabung dengan kami di seluruh wilayah Sumatra Utara (Sumut).
Kirim lamaran dan CV ke alamat Redaksi di Jalan Narumonda Atas No 47, Pematangsiantar-21124, Tel (0622-5893825) HP: 082167489093 (Reni)/ 082274362246 (Tommy Simanjuntak) atau Email: redaksihetanews@gmail.com. Pengumuman ini berlaku dari 7 Maret sampai 7 April 2019. Atas perhatiannya kami ucapkan terima kasih.

9 Cafe Remang -remang di Simangkuk Akan Ditutup, Ini Kata Camat Parmaksian

Ini salah satu cafe remang-remang di Simangkuk, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) yang akan segera ditutup. (foto/aldy)

Tobasa, hetanews.com - Puluhan tahun tak memiliki izin dan kerap meresahkan masyarakat, 9 unit cafe remang-remang, di Simangkuk, Kecamatan Parmaksian, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) akan segera ditutup.

Walaupun demikian, cafe yang diduga menjadi tempat prostitusi dan sering mengganggu ketentraman masyarakat itu, juga belum pernah ditertibkan oleh pemerintah daerah setempat.

“Seluruh cafe remang-remang yang beroperasi di Simangkung, tidak ada yang mengantongi izin. Dalam waktu dekat, kita akan bekerjasama dan berkordinasi dengan Kepala Satuan Polisi Pamung Praja, terkait penertiban seluruh aktivitas cafe yang ada di Simangkuk,” kata Camat Parmaksian, Paiman Butar-butar saat dikonfirmasi hetanews.com, Selasa (30/1/2018).

Disebutkan Paiman, semenjak menjabat sebagai Camat Parmaksian yang masih sekitar 1 tahun, masyarakat sudah banyak yang mengeluhkan keberadaan cafe remang-remang tersebut. Aktivitas cafe tersebut juga sering menimbulkan perkelahian antar pemuda atau pun sesama warga.

“Sudah puluhan masyarakat yang datang ke kantor saya dan mengeluhkan aktivitas cafe remang - remang itu. Paling parahnya, ibu-ibu rumah tangga juga sudah pernah datang sambil menangis-nangis meminta cafe itu supaya ditutup,” terangnya.

Paiman menjelaskan, para pengusaha cafe remang-remang juga tidak pernah berniat untuk mengurus izin.

Hal ini dibuktikan tidak pernahnya diurus rekomendasi untuk membuka usaha dari kepala desa setempat dan masyarakat. Pengusaha cafe juga tidak pernah berusaha menjaga kebersihan sekitar dan selalu membiarkan sampah berserakan.

“Mengurus rekomendasi usaha saja pengusaha cafe remang-remang tidak berniat. Keberadan cafe itu sudah harus segera ditutup, jangan karena aktivitas cafe itu, ketentraman masyarakat di Kecamatan Parmaksian terganggu. Dan perlu saya tegaskan, izin tidak akan pernah saya berikan karena tempat itu tidak layak untuk menjadi lokasi cafe remang - remang,” tegas Paiman.

Penulis: aldy. Editor: gun.