Siantar, hetanews.com - Selama satu tahun kumpul kebo, akhirnya sepasang insan ini tertangkap personil Polsek Siantar Martoba dari kos-kosan Reysen, di Jalan Rondahaim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Rabu (31/1/2018) sekira pukul 13.00 WIB. 

Sepasang insan itu diketahui bermarga Sigalingging (44), warga Jalan Pdt J Wismar Saragih, Gang Kharsim, Kelurahan Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, yang juga sudah mempunyai seorang istri. Sedangkan wanita yang bersama Sigalingging berinisial R boru P (18), asal Kabupaten Simalungun. 

Bahkan yang lebih parahnya lagi, selama hampir setahun bersama di kos-kosan tersebut, R yang tercatat sebagai siswi SMA ini sudah sering dicabuli Sigalingging. 

Sempat curiga dengan bentuk tubuh R, seperti orang hamil, akhirnya petugas yang langsung dipimpin oleh Kapolsek Siantar Martoba, AKP David Sinaga, melakukan pemeriksaan kepada R ke Poliklinik Polres Siantar. 

Ketika ditanya hetanews.com, Sigalingging tidak terima kalau dirinya melakukan pencabulan terhadap R selama hidup kumpul kebo di komplek  kos-kosan Reysen. 

"Jangan bilang dicabuli lah, kami sudah lama menikah. Tapi kami menikahnya secara sirih dan tinggal satu kos-kosan di Jalan Rondahaim itu,"kata Sigalingging ketika diboyong ke ruang Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA). 

Namun saat hetanews.com menanyakan, apa bukti kalau dirinya telah menikah dengan R? Sigalingging terlihat bingung dan membolakan pertanyaan media ini kepada R. "Hanya saja, kami memang nikah sirih, tanya saja sama dia (R)," tutur Sigalingging. 

Sementara itu, R boru P menuturkan, bahwa dirinya tidak pernah melakukan nikah sirih dengan Sigalingging. Hanya saja, membenarkan kalau dirinya (R) satu kos-kosan bersama Galingging. 

"Aku masih sekolah dan memang sempatngekos di Perumnas. Kami juga tidak ada menikah sirih. Memang sudah digituin saya sama dianya selama tinggal bersama selama 1 tahun," ungkap R.

Salah seorang petugas Babhinkamtibnas Polsek Siantar Martoba, Bripka Mitra Bangun menambahkan, bahwa keduanya ditangkap atas laporan masyarakat, sehingga petugas langsung turun untuk menggelar razia ke kos-kosan tersebut. 

"Mereka berdua ini kumpul kebo, dan sudah selama 1 tahun \tinggal bersama di kos-kosan Raysen. Kalau yang cewek itu sekolah di SMA swasta di Siantar ini. Bahkan cewek itu ngaku sudah digituin (dicabuli) dan sempat dibawa ke dokter karena dicurigai hamil," pungkas Bripka Mitra saat berada di Polres Siantar.