HETANEWS

Kasih Sayang Ibu Kandung Terhadap AS Setipis Daun Sangge-Sangge

Ibu kandung AS saat dikunjungi Pemkab Tobasa dan pengurus Bhayangkari Polres Tobasa. (foto/frengki)

Tobasa, hetanews.com - 'Kasih ibu kepada beta tak terhingga sepanjang masa. Hanya memberi, tak harap kembali. Bagai sang surya menyinari dunia'.

Lagu itu hanya sepotong dan sederhana, namun memiliki makna mendalam. Lagu itu sering didengar saat perayaan Hari Ibu yang jatuh setiap tanggal 22 Desember.

Namun sepertinya lagu itu diduga tak mencerminkan sikap dari ibu kandung AS (16) yang hamil karena dicabuli ayahnya inisial JS (38) dan pamannya AMN (33).

Bahkan warga Desa Napitupulu Parsambilan, Kecamatan Silaen, Kabupaten Toba Samosir (Tobasa) menilai kasih sayang EN terhadap putri kandungnya setipis daun sangge-sangge.

Menurut warga, yang dialami siswi SMP itu secara logika seharusnya ibu kandungnya melindungi anaknya dari bahaya.

"Ini malah melindungi orang yang merusak masa depannya. Di mana kasih sayang ibu pada anaknya," sebut warga yang tak bersedia disebut namanya itu.

Seperti kunjungan Pemkab Tobasa dan ibu-ibh Bhayangkari Polres Tobasa, Selasa (30/1/2018), EN dinilai warga hanya pura-pura pingsan dan menangis.

Baca: Tangis Ibu AS, Korban Dihamili Ayah dan Pamannya Hanya Sandiwara Menurut Warga

Penulis: frengki. Editor: aan.