HETANEWS.COM

Dikunjungi Pemkab Tobasa dan Ibu Bhayangkari, Ibu AS, Korban Dihamili Ayah dan Pamannya Sempat Pingsan

Ibu AS, EN tampak lesu. (foto/frengki)

Tobasa, hetanews.com - EN menangis terisak - isak saat dikunjungi pihak Pemkab Tobasa, beserta Ibu Bhayangkari  Polres setempat, di Desa Napitupulu Parsambilan, Kabupaten Tobasa, Selasa (30/1/2018) petang.

EN merupakan ibu kandung dari AS (16) yang menjadi korban pencabulan yang diduga dilakukan  oleh ayah kandungnya, inisial JS (38) dan paman kandungya, AMN (33).

Perempuan yang sehari-hari bertani ini, bahkan pingsan beberapa kali. Raut wajahnya dilanda kesedihan serta fisiknya lemas.

Kepada hetanews, EN mengaku tak habis pikir atas kejadian yang menimpa keluarganya. "Sama sekali aku tak pernah berpikir kejadian seburuk ini terjadi, di tengah keluarga kami,"klaimnya.

Perempuan kelahiran 2 April 1981 ini, memeluk keempat anaknya yang merupakan adik-adik korban. Adik-adik korban ikut menangis melihat ibunya teisak.

Katanya, dia mengaku malu kepada warga sekampungnya. Aibat kejadian itu, dia meninggalkan rumah mereka karena dikucilkan.

Sementara itu, salah satu warga yang tak mau disebut namanya mengatakan, ibu korban telah mengetahui kasus itu. Oleh karenanya, mereka mengusir keluarga, baik ibu korban dari kampungnya.

"Kami tak suka tinggal sekampung dengan yang seperti itu. Sekalian ibunya, kami tak mau dia di sini. Kami jadi malu,"ujar seorang nenek yang tak mau disebut identitasnya.

Polres Tobasa membenarkan hal tersebut dan mengaku sudah menahan kedua tersangka yaitu, ayah kandungnya dan paman kandungya. Berdasarkan pemeriksaan Polisi, kejadian memalukan itu sudah berlangsung sejak akhir 2015 lalu.

"Setelah kita selidiki sudah berlangsung sejak akhir tahun 2015 lalu. Biadabnya, pelaku adalah ayah kandung dan juga paman kandung atau 'tulangngya' sendiri. Dan mereka sudah kita tahan,"ujar Kasat Reskrim Polres Toba Samosir, AKP Nelson JP Sipahutar ketika dihubungi melalui telepon selular.

Kata Nelson, informasi tersebut awalnya berdasarkan kecurigaan warga terhadap kondisi tubuh AS yang mengalami perubahan. Kemudian warga memberi informasi, lalu Polres Tobasa mendalami hingga memburu pelaku.

Pelaku yang merupakan ayah kandung AS, sempat menghilang dari rumahnya. Namun, upaya pengejaran terus dilakukan hingga JS ditangkap di Medan. Kemudian dibawa ke Polres Tobasa untuk diproses. Sedangkan AMN diamankan di Tobasa.

"Tadi malam tersangka (ayahnya) sudah kita bawa ke Tobasa. Pamannya juga sudah ditahan. Sekarang masih sedang menjalani pemeriksaan,"sebutnya.

Nelson menuturkan, berdasarkan peneriksaan peristiwa pencabulan itu, orang pertama kali melakukan yaitu pamannya, di rumah mereka, di Desa Napitupulu Parsambilan, Tobasa. Dalam seminggu, paman kandung korban menyetubuhi AS rata-rata dua kali dalam seminggu hingga akhir 2017.

Sementara ayah kandungnya, JS telah menyetubuhi putrinya hingga yang ketiga kalinya. JS dan AMN, kata Nelson sama-sama sebelumnya tidak saling mengetahui perbuatan itu.

Baca Juga: Tangis Ibu AS, Korban Dihamili Ayah dan Pamannya Hanya Sandiwara Menurut Warga

"Mereka saling tahu ketika sudah di kantor polisi. AS juga kini sedang hamil,"tambahnya.

JS dan AMN juga tinggal serumah, di Desa Napitupulu Parsambilan. Kejadian tersebut juga dilakukan di rumah mereka tinggal. Kami masih mendalaminya, nanti kami akan beritahu perkembangannya,"ujarnya.

Penulis: frengki. Editor: gun.

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan

Daftarkan diri Anda sebagai anggota Heta News untuk selalu mendapatkan buletin berita populer langsung di kotak surat elektronik Anda!

Berlangganan