HETANEWS

Tangis Ibu AS, Korban Dihamili Ayah dan Pamannya Hanya Sandiwara Menurut Warga

Ibu AS tampak tidak kuat menghadapi musibah yang menimpa putrinya, AS. (foto/frengki)

Tobasa, hetanews.com - Seperti kata bijak, hidup itu ibarat panggung sandiwara. Dan orang yang paling pintar berakting lah yang akan mendapatkan tepuk tangan.

Menurut warga yang melihat kedatangan pihak Pemkab Toba Samosir (Tobasa) dan Ibu Bhayangkari Polres Tobasa untuk memberikan dukungan supaya kuat menghadapi musibah yang dialami pihak keluarga, AS (16), terutama kepada ibu AS, korban pencabulan yang dilakukan oleh paman dan ayah kandung sendiri.

Bahwa tangis ibu AS dianggap hanya tangis sandiwara.

Baca Juga: Kasus Pencabulan Terhadap A boru S, Diduga Ibunya Terlibat

Baca Juga: Ibu Korban Diduga Ketahui Putrinya Disetubuhi Ayah dan Paman Kandung

Karena menurut warga, tangisnya itu hanya dibuat-buat dan pura-pura pingsan pada saat menerima bantuan yang diberikan pihak Pemkab Tobasa dan Bhayangkari Polres Tobasa.

"Dia itu supaya dikasihani oleh yang berkunjung melihat. Seharusnya, ibu AS itu harus ditahan pihak ke Polres Tobasa. Karena dia sudah melindungi yang merusak masa depan putrinya," ucap seorang ibu yang tak bersedia disebut namanya, kepada hetanews.com, Selasa (30/1/2018)

Bahkan, ayah AS ini bukan hanya putrinya saja yang pernah disetubuhinya, akan tetapi paribannya (adik istrinya) sudah pernah diperkosa.

"Jadi ibu AS terlibat di sini melindungi suaminya. Coba bapak dulu yang berfikir," paparnya.

"Sebenarnya ibu ini juga harus ditahan. Jadi  tangisnya itu hanya tangis sandiwara bukan tangis air mata buaya," katanya mengakhiri. 

Penulis: frengki. Editor: gun.