HETANEWS

Gawat!!! Kata Warga Ada PNS Kebagian Rastra

Puluhan warga yang tidak mendapat beras sejahtera (rastra) melakukan protes dan mendatangi kantor Dinas Sosial, di Jalan Dahlia No 4 Siantar, Selasa (30/1/2018). (foto/tom)

Siantar, hetanews.com - Penyaluran bantuan sosial (bansos) di Kota Siantar, sarat dengan masalah.

Terbukti, puluhan warga yang tidak mendapat beras sejahtera (rastra) melakukan protes dan mendatangi kantor Dinas Sosial (Dinsos) di Jalan Dahlia No 4 Siantar, Selasa (30/1/2018).

Dalam hal ini, rastra merupakan bantuan yang diberikan pemerintah untuk masyarakat tidak mampu. Hanya saja, penyaluranya di Kota Siantar, sepertinya belum tepat sasaran.

Terbukti, puluhan masyarakat miskin menyeruduk kantor Dinsos Siantar untuk mempertanyakan, mengapa mereka tak mendapatkan bantuan tersebut. 

Sejumlah masyarakat yang menyeruduk, berasal dari beberapa Kelurahan, seperti Kelurahan Asuhan dan Kebun Sayur. Warga meminta agar pendataan penerima bantuan dilakukan dengan jujur.

Seperti disampaikan Rupiana Pandingan, warga Kelurahan Asuhan, Kecamatan Siantar Timur yang mengaku sangat kesal. Dia merasa layak mendapatkan bantuan, hanya saja kali ini ia tak dapat jatah.

“Kalau kami nggak dapat, sekalian aja nggak dapat semua. Supaya nggak ada yang cemburu dan sama-sama merasakan. Kalau bisa, diperhatikan lah kesejahteraan itu,” kesal Rupiana.

Puluhan warga yang tidak mendapat beras sejahtera (Rastra) melakukan protes dan mendatangi kantor Dinas Sosial di Jalan Dahlia No 4 Siantar, Selasa (30/1/2018). (foto/tom)

Begitu juga disampaikan K Sinaga. Sebelumnya Sinaga terdata dan mendapatkan rastra. Namun kali ini, dirinya tak bisa membawa pulang rastra karena namanya tak tercatat di daftar penerima.

“Saya tahun lalu dapat bantuan raskin, jadi kok sekarang nama  tidak terdaftar," protesnya yang mengaku warga Kelurahan Asuhan.

Warga lainnya, B Manurung juga mengaku kecewa dengan pembagian rastra tersebut.

"Seharusnya mekanisme penerimaan rastra ini, petugas yang memanggil satu persatu warganya, supaya tak ribut seperti ini,” ucapnya. 

Tak sampai  disitu, buruknyan pendataan menjadi pemicu kericuhan penyaluran bansos rastra di Siantar. 

Salah seorang relawan yang turun dalam pembagian rastra, Voru Silalahi mangatakan, pihaknya mendapat data, bahwa ada nama salah satu oknum guru penerima rastra.

"Saya lihat, bahwa ada seorang guru SD menerima bantuan atas nama Happy Rohlliharni Sitepu," ungkapnya. 

Menanggapi carut marut penyaluran rastra di Siantar, Tenaga Kesejahteraan Sosial Kecamatan (TKSK), Ambruhu menyampaikan, bahwa penerima rastra harus memenuhi kriteria yang sudah ditentukan oleh menteri.

"Ditentukan sesuai Permensos RI Nomor 146/HUK/2013," katanya tanpa merinci kriteria yang tertuang dalam Permensos tersebut.

Penulis: tom. Editor: gun.