HETANEWS

Kasus Pencabulan Terhadap AS, Diduga Ibunya Terlibat

Korban pencabulan, AS. (foto/frengki)

Tobasa, hetanews.com - Kasus cabul yang dilakukan paman dan ayah kandung dari korban AS, mengundang pertanyaan di kalangan masyarakat Kecamatan Silaen, kabupaten Toba Samosir (Tobasa). Dan umumnya bagi seluruh rakyat Indonesia yang mengetahui kasus ini.

Seperti di desa tersebut yang mengetahui kasus yang menghamili putrinya sendiri, masih menuai pertanyaan. Kenapa ibu AS, menyuruh ayah korban untuk mengugurkan bayi yang dikandung AS ke Medan dengan modal Rp 400.000.

Menurut informasi dari masyarakat yang tidak mau disebut namanya, kepada hetanews.com, Selasa (30/1/2018), di Desa Nadeak, di samping rumah korban, menuturkan, bahwa sebenarnya ibu korban sudah lama mengetahui tentang AS yang sering disetubuhi pamannya. Akan tetapi ibu korban tidak bisa bicara apa-apa kepada tulang (paman) korban.

Baca Juga: Ibu Korban Diduga Ketahui Putrinya Disetubuhi Ayah dan Paman Kandung

"Dan pihak  Polres Tobasa harus menahan ibu korban. Kenapa kami katakan seperti itu? Karena ibu korban sudah melindungi pelaku yang merusak masa depan korban," ujar sumber.

Dan korban diketahui sebenarnya sudah duduk di bangku kelas 1 SMA. Tetapi karena mereka berpindah-pindah tempat tinggal dulu, korban sempat tidak sekolah selama 2 tahun.

"Dan mereka baru tinggal di desa ini baru 4 tahun. Mereka sempat tinggal di daerah Sibolga, di daerah Cikampak dan di daerah Negeri Lama," beritahu sumber.

Keseharian korban, menurut Nadia boru Silaean, selaku teman dekat korban, suka lari-lari, bermain sama temannya dan  berantam dengan cowok. 

Pada saat korban sudah mengetahui dirinya hamil, dia pun suka merapikan bajunya supaya perutnya tidak nampak besar. 

Sesudah korban sadar, bahwa masa depannya sudah hancur, teman-teman nya pun banyak mengatakan, bahwa orang tua AS sudah 'gila'.

Penulis: frengki. Editor: gun.