Simalungun, hetanews.com - M Sofian alias Pian (41), warga Dusun Aman B, Kelurahan Aman Sari, Kecamatan Dolok Batunanggar, Kabupaten Simalungun, terbukti menyetubuhi putri tirinya, Sinta (nama samaran, 10 tahun) dan masih duduk di bangku kelas V SD, dituntut 12 tahun penjara oleh jaksa Lidya Panjaitan, di Pengadilan Negeri (PN) Simalungun, Selasa (30/1/2018).  

Menurut jaksa, perbuatan itu dilakukan terdakwa sejak tahun 2015 hingga November 2017, di dalam rumah, saat istri terdakwa tidak berada di tempat. Terdakwa dengan ancaman tidak diberi uang jajan dan secara paksa mencabuli korban.   

Istri terdakwa yang juga ibu kandung korban yakni, Melly Handayani, merasa curiga melihat keadaan putrinya karena sering merintih kesakitan di bagian vaginanya.

Lalu membujuk putrinya untuk memberitahu apa yang dialami. Setelah mendapat penjelasan dari korban, sang ibu segera melaporkan perbuatan suaminya tersebut kepada yang berwajib.   

Hasil visum et revertum  Nomor: 7650/VIUPM/VER/IX/2017 tertanggal 13 September 2017 yang ditandatangani dr Cintya A Susanto Sp.OG, selaku dokter di RSUD Djasamen Saragih  Siantar, menyimpulkan selaput darah korban tidak utuh lagi karena sudah pernah dilalui benda tumpul.  

Pian dipersalahkan dengan pasal 1 ke 66 yaitu pasal 81 ayat (3) UU RI Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan UU RI Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak.

Dalam sidang tertutup untuk umum, terdakwa didampingi pengacara Antoni Sumihar Purba, secara lisan memohon keringanan hukuman.

"Saya menyesal bu hakim, tolong ringankan hukuman saya,"kata terdakwa memelas.  

Majelis hakim Rozyanti, Justiar Ronald dan Melinda Aritonang, dibantu panitera, Amry Siregar,  menunda persidangan hingga Selasa mendatang untuk pembacaan putusan.