HETANEWS

Janji Dinikahi Pacarnya, Wanita Ini Mau Berkali-kali Disetubuhi

Mawar menggunakan baju warna pink, ketika meninggalkan Polres Siantar. (foto/res)

Siantar, hetanews.com - Habis manis sepah dibuang. Peribahasa ini pantas dialamatkan pada seorang wanita, sebut saja namanya Mawar (nama samaran) (23), asal Kabupaten Batubara.

Pasalnya, setelah keperawanannya berhasil diambil pacarnya, berinisial R (30) yang diketahui tinggal di Kecamatan Siantar Timur itu tidak pernah kelihatan lagi. Bahkan, yang lebih parahnya kalau Mawar juga telah dijanjikan untuk dinikahi R. 

Sebelumnya, keluarga Mawar pernah menemui R, di kediamannya untuk meminta pertanggungjawaban atas perbuatannya. R di depan kedua orang tua Mawar, berjanji dan bersedia untuk menikahi Mawar. Bamun hingga berbulan-bulan lamanya, R tidak juga menikahi Mawar. 

Sehingga ini membuat Mawar kecewa karena merasa dirinya dan keluarganya telah dipermainkan kekasihnya itu.

Akhirnya Mawar mendatangi Polres Siantar guna membuat laporan pengaduan. Senin (29/1/2018). Tapi laporan pengaduan Mawar dengan keluarganya ditolak pihak Kepolisian karena mereka (R dan Mawar, red) telah sama-sama dewasa. 

Terakhir korban (Mawar) yang niatnya hendak menjebloskan R ke penjara pupus dan beranjak dari Polres Siantar.

Namun sebelum meninggalkan Polres Siantar, Mawar mengaku kalau terakhir kalinya disetubuhi pada saat dibawa menginap, di rumahnya R, tepatnya pada tahun 2017 lalu. 

Dirinya bersedia disetubuhi karena dijanjikan untuk dinikahi R, sehingga merelakan keperawanannya direnggut oleh pacarnya tersebut.

"Dia janji mau menikahi saya bang, makanya mau digituin," kata Mawar kepada hetanews.com.

Bahkan, Mawar juga pernah mendatangi rumah R untuk menangih janji dirinya akan dinikahi. Hanya saja semua janji yang diberikan ke Mawar hanya manis di mulut saja tidak ada pembuktian. 

"Dia (R) terus janji akan menikahi saya. Dia pun pernah datang ke rumah dan berbicara sama orang tua yang katanya akan menikahi saya. Tapi sekarang yang ada, dia lari dari tanggungjawab. Dan pada saat saya lapor ke Polres Siantar, laporan tidak diterima karena status bukan anak di bawah umur lagi," tutur Mawar dengan nada kecewa. 

Kasat Reskrim, AKP Restuadi melalui Kaurbin Ops Ipda Sutari, membenarkan korban Mawar melapor ke Polres Siantar, namun laporannya ditolak oleh pihak Kepolisian. 

"Memang benar Mawar melapor ke sini (Polres Siantar) tapi laporannya kita tolak dikarenakan status kan sudah dewasa. Sehingga Mawar dan keluarganya disarankan supaya menyelesaikan permasalahan ini baik-baik dengan keluarga dari pelaku," ungkap Ipda Sutari.

Penulis: res. Editor: gun.