HETANEWS

Ini Pengakuan Langsung Pembunuh Dera, Karyawati BPR di Boyolali

Beki Efrianto (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)

Boyolali, hetanews.com-Beki Efrianto (21), tersangka pencurian disertai pembunuhan terhadap Dera Dewanti Dirgahayu (38), ditunjukkan kepada media massa, di Mapolres Boyolali. Bagaimana pengakuannya hingga membunuh korban?

Beki mengakui, nekat mencuri di rumah Dera karena kalah judi. Dia mengaku, judi itu dilakukan pada malam itu sebelum kejadian atau Minggu (21/1). Judi berlangsung di wilayah Kleco, Solo.

"Saya kalah judi, Rp 2 juta. Judi dadu," kata Beki Efrianto dalam keterangan pers di Mapolres Boyolali, Senin (29/1/2018).

Meskipun tinggal bertetangga dalam satu kompleks perumahan dan mengaku pernah bertemu, namun tersangka mengaku tidak mengenal korban. "Sebelumnya saya tidak tahu namanya, tetapi pernah ketemu di jalan," jelasnya.

Setelah kalah judi, tersangka yang tidak punya pekerjaan tetap itu pun berniat melakukan pencurian. Rumah Dera menjadi sasaran, karena malam itu melihat kondisi gelap dan di garasi ada mobil serta dikunci dari dalam.

"Rencananya untuk mencuri barang-barang. Setelah itu korban terbangun, lalu saya membunuhnya," kata Beki sembari terus tertunduk.

Beki mengaku sempat menganiaya korban dengan memukulnya menggunakan tangan kosong lebih dari tiga kali sehingga saat jenazah korban ditemukan, kedua matanya terlihat lebam dan dari hidung keluar darah.

Setelah korban tewas, tersangka melucuti pakaiannya untuk menghilangkan jejak. Dalam kondisi telanjang, korban diseret dibawa keluar rumah dan dimasukkan ke bagasi mobil korban. Jasad korban dibuang di pinggir jalan selatan waduk Cengklik, Kecamatan Ngemplak, yang masih cukup dekat dengan rumah korban.

"Saya panik, Pak. Soalnya saya tidak pernah sama sekali membunuh. Kalau saya buang jauh-jauh takut nggak ditemukan identitasnya, saya malah menanggung lebih dosa Pak," ucap pemuda yang tak lulus SMK tersebut.

Setelah membuang jasad korban, tersangka kabur membawa mobil Honda Jazz milik korban. Uang Rp 2,7 juta yang dicurinya dari dompet korban, digunakan tersangka untuk melarikan diri sampai ke Indragiri Hulu, Riau.

Beki kini mengaku menyesali perbuatannya dan mengaku pasrah dan siap menghadapi proses hukum. "Saya menyesal," ucap Beki.

Atas perbuatannya tersebut, tersangka dikenai Pasal 365 ayat 3 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan (Curas) yang menyebabkan korban meninggal. Ancaman hukumannya bisa sampai seumur hidup. Beki juga meminta maaf kepada keluarga Dera.

"Saya minta maaf sebesar-besarnya, saya pasrah," kata Beki sambil menunduk.

Sumber: Detik.Com

Editor: gun.